Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pentingnya membaca keras-keras bagi sang buah hati

Pentingnya membaca keras-keras bagi sang buah hati
KoPi. Tingkat literasi Indonesia dianggap masih sangat rendah. Berbagai kritik mengatakan ketertinggalan Indonesia di bidang pendidikan bisa diatasi bila anak Indonesia lebih rajin membaca buku. Kalangan pendidik berharap anak-anak selalu dikenalkan dengan dunia membaca sejak dini. Namun, bagaimana merangsang anak agar lebih menyukai buku?
 

Pada bulan Juni lalu, American Academy of Pediatrics menerbitkan pernyataan yang berupaya meningkatkan tingkat literasi anak. Orangtua disarankan untuk membacakan cerita untuk anak-anak mereka dengan suara keras, untuk meningkatkan literasi anak dan kemampuan sosial-emosional.

“Aktivitas membaca bersama anak-anak merupakan cara yang menyenangkan untuk membangun hubungan orangtua dengan anak yang kuat dan sehat. Aktivitas ini juga bisa membantu meningkatkan perkembangan bahasa pada usia dini,” ungkap Dr. Pamela High, profesor dan dokter anak dari Brown University.

Berbagai studi telah menunjukkan manfaat dari membacakan cerita dengan suara keras. 

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 di Amerika, menunjukkan kurang dari separuh anak-anak yang biasa membaca sehari-hari. Masalah itu dialami oleh anak-anak yang lahir di keluarga dengan pendapatan rendah. Mereka mendengar lebih sedikit kosakata pada masa awal tumbuh kembang, dan pada usia 3 tahun hanya mengenal sedikit kosakata.

Hal yang sama juga dialami pada anak-anak di keluarga dengan penghasilan yang lebih tinggi. Meskipun anak-anak mereka cenderung lebih sering membaca, jumlahnya hanya sedikit. Banyak anak-anak yang berasal dari keluarga mampu tidak punya pengalaman dalam interaksi yang kaya bahasa, seperti membaca bersama. Sebab umumnya sama, kurangnya waktu bersama, kurangnya pemahaman orangtua tentang pentingnya membaca keras-keras, dan pengaruh hiburan lain seperti media elektronik.

Karena itu, American Academy of Pediatrics mendorong dokter anak untuk berbicara kepada para orangtua mengenai pentingnya membaca keras-keras. High mengatakan, aktivitas tersebut sangat penting bagi perkembangan otak anak-anak dan kemampuan literasi.

High berpesan kepada para orangtua untuk ingat 5 hal pada pendidikan anak usia dini. Pertama, membaca bersama anak-anak secara rutin setiap hari. Kedua, bernyanyi bersama dan bercanda dengan anak-anak setiap hari. Ketiga, menetapkan waktu rutin dan teratur mengenai waktu makan dan tidur. Keempat, memberi hadiah atau penghargaan untuk setiap usaha dan keberhasilan anak-anak untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kelima, membangun hubungan yang timbal balik.

Sumber: The Huffington Post

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top