Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Yogya siap hadirkan wisata religius

Yogya siap hadirkan wisata religius
Jogja-KoPi| Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ruse Sutikno mengatakan Yogyakarta sudah siap jika menjadi tempat wisata halal. 
Wacana pemerintah pusat  dalam menciptakan wisata religi dan halal di Indonesia bagi wisatawan asing, Sutikno pun menyampaikan DIY sendiri sudah memiliki wisata religi. 
" Sebetulnya wisata religi kita sudah berjalan lama,misalnya kita ziarah ke Imogiri, Masjid Kauman dan Masjid Mataram Kota Gede, patok negara itu semua kan Wisata Religi. Seolah wacana ini belum kita canangkan namun sebenarnya sudah ada,"katanya saat diwawancarai di Dinas Pariwisata DIY, Kamis (13/7).
Dan berkaitan dengan wacana wisata halal sendiri Sutikno pun mengatakan sampai saat ini,dinas Pariwisata DIY belum melaksanakan wacana tersebut. Pasalnya pihaknya masih menunggu perintah pemerintah pusat.
"Itu masih menjadi  wacana  dan kewenangan pemerintah pusat,kita menunggu koordinasi pusat,"terangya.
 
Meski demikian, ia menuturkan Yogyakarta siap dalam membuat wisata halal.Sutikno menjelaskan potensi DIY untuk menarik wisatawan timur tengah muslim cukup besar. 
"Kalo dari pusat, memang saat ini pemerintah sedang mencari wisatawan dari timur tengah, malaysia ,pakistan. Beberapa tahun lalu memang tidak banyak, sekarang wisatawan timur tengah sudah banyak dengan presentase hampir 5% datang ke Yogya,"tuturnya.
Sebagai persiapan menciptakan wisata halal,DIY sendiri harus menyiapkan tempat dan layanan wisata yang halal. Beberapa tempat untuk layanan wisata di DIY sudah halal tanpa perlu diubah oleh Dinpar.
Seperti tempat kuIiner ,Sutikno menyebutkan hampir 99% makanan di DIY sudah halal. Dan juga layanan tempat tidur hotel dan kamar mandi di DIY pun juga sudah dipisahkan antara wanita dan pria.
"Hotel juga harus selektif  contohnya didepan pintu garuda tamu sudah ditanya apakah suami istri atau tidak,otomatis nanti disiapkan tempat tidurnya ,itulah salah aatu persyaratan menuju wisata halal,"tambahnya
Meski begitu, belum semua hotel menerapkan layanan tersebut. Pihak dinas pariwisata sendiri belum bergerak dalam menerapkan layanan halal. Sutikno pun kembali menenkan kan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top