Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

“Japanese Beautiful Art”

DSC09951
Surabaya-KoPi| Kesenian khas Jepang Surabaya, 8 Maret 2018 – Walau dikenal sebagai negara maju, Jepang tetap dapat mempertahankan tradisinya hingga kini. Salah satunya tampak dari berbagai karya seni yang walau memiliki tampilan kekinian, namun dibuat dengan teknik yang telah dipergunakan dan tetap terpelihara selama ratusan tahun, dan telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Daiki M Guy Hirose Yuri F Mikiko S Soho

 

House of Sampoerna (HoS) menjalin kerjasama dengan seniman dari Jepang dalam menggelar pameran bertajuk “Japanese Beautiful Art” yang diselenggarakan di Galeri House of Sampoerna (HoS) pada tanggal 9-31 Maret 2018.

Wotkshop Mitate Brooch 1

Pameran yang menampilkan 35 karya seni khas negeri sakura ini melibatkan 5 (lima) seniman dengan latar belakang kesenian yang berbeda. Soho Konishi misalnya, adalah generasi ke empat dari Miyabi School yang terus berupaya aktif mengembangkan Oshie.

Oshie adalah seni tradisional tiga dimensi khas Jepang yang sudah ada sejak jaman Edo (1603-1867), dan terbuat dari hasil penyatuan bahan kimono dan chiyogami (kertas Jepang) yang diisi dengan kapas atau spons.

Seperti halnya Soho, Mikiko Shimizu mempersembahkan jenis kesenian Ikebana, yakni seni merangkai bunga yang berkembang di Jepang sejak abad ke-6. Sedangkan Daiki Matsunaga, pria lulusan Fakultas Seni dari Universitas Kyoto Seika mengangkat Chookoku yaitu seni pahat khas Jepang melalui karyanya yang sangat unik.

Tidak hanya menggambarkan makhluk hidup disekitarnya, karya pahat ciptaannya juga berbentuk figur imajiner, bahkan juga terinspirasi oleh cerita-cerita khayalan negeri dongeng seperti cerita peri yang tinggal jauh di dalam hutan pada karyanya yang berjudul “Listen to the trees voices”.

Dengan kekuatan goresan tangan dan fude pen (brush pen), Yuri Fujita menghasilkan karya lukis minimalis berbentuk wajah, seperti pada karya berjudul “Tobu” (terbang).

Dan Guy Hirose, yang mengawali karir sebagai seorang pematung, justru mempersembahkan instalasi yang mengekspos tentang Surabaya dengan judul “Surabaya Artiques”, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya.

“Harapan saya pameran ini dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Surabaya. Sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh kesenian asli Jepang” ujar Soho Konishi peserta sekaligus koordinator pameran.


- Selesai-


Sejak berdiri pada tanggal 9 Oktober 2003, House of Sampoerna (HoS), sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian PT HM Sampoerna Tbk. kepada masyarakat, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial.

Bekerja sama dengan lebih dari 250 UMKM, masyarakat sekitar, berbagai komunitas, institusi dan pemerintahan, HoS saat ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara dan Internasional. Dikunjungi oleh 17.000 pengunjung rata-rata perbulannya dan datang lebih dari 160 negara, HoS berhasil meraih berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 - 2017.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6, Surabaya 60163
Tel. (031) 353-9000 ext. 24103
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top