Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Borobudur-KoPi| Jago Tarung menggelar pameran seni kontemporer bertemakan Mask-Between Magic and Alter Ego di Ruang Galeri Amanjiwo Resort (18/5). Sejumlah karya Agus Putu, Dedy Sufriardi, Gusmen Heriadi,IB Komang,dan Suharmanto menjadi icon memenuhi ruang gallery Hotel Aman Jiwo.

Kurator Dedi Yuniarto sekaligus manajer Jago Tarung mengatakan dirinya memang dari dulu sudah tertarik dengan budaya Indonesia. Sehingga dengan menggandeng lima pelukis asal Yogyakarta tersebut pihaknya berusaha mengangkat konsep Topeng yang merepresentasikan budaya Jawa dan Indonesia.

"Sebetulnya konsep ini sudah muncul setahun yang lalu, saya sangat suka mengangkat tema kultur budaya Indonesia,dulu saya mengadakan pameran di Yunani dan saat itu saya mengangkat tema mitologi budaya Indonesia," ujarnya.

Dedi menjelaskan kata magic disini lebih menunjukkan budaya masyarakat Indonesia di masa lalu yang menggunakan topeng sebagai alat komunikasi pada roh leluhur. Sementara frasa alter ego lebih mengarah ke pelukis abstrak yang berusaha menunjukkan diri lainnya lewat lukisannya.

aman3

Agus Putu, salah satu seniman mengatakan dirinya berusaha menyampaikan pesan lukisan yang digambarkan dengan figure binatang yang hampir punah.

"Saya ingin membicarakan binatang yang ekosistem nya saat ini sedang terganggu, untuk mengingatkan kembali dulu nenek moyang kita memberikan pemghargaan ke alam dengan menjaganya,"Kata Agus.

Sementara Suharmanto mengaku lebih tertarik dengan menceritakan dirinya lewat media topeng. Hal ini ditunjukkan dengan lukisannnya yang selalu memasukan figure dirinya kedalam lukisan yang dipamerkan.

Sementara itu Ian White, General Manager Hotel Aman Jiwo Resort mengatakan dalam menyambut ulang tahun ke 20, Aman jiwo berusaha menunjukkan kepada tamunya bahwa masih banyak pelukis berbakat di Yogyakarta .

"Kami ingin mengajari dan menunjukkan para tamu bahwa Yogyakarta penuh orang berbakat," kata Ian.

Pameran ini juga mendapat apresiasi dari tamu undangan pameran dan pengunjung Amanjiwo. Wawan Geni seorang pelukis dari Magelang mengatakan dirinya sangat tertarik dengan setiap lukisan yang dipamerkan pada pameran ini.

"Tema Between Magic dan Alter Ego itu sangat menarik karena mengangkat tema tradisi lokal,Saya rasa pesan dari pelukis ini sudah tersampaikan ,sehingga saya sangat tertarik pada setiap lukisannya,"ujarnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top