Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

ArtJog|10 menyaring seribu karya aplikasi menjadi lima belas

ArtJog|10 menyaring seribu karya aplikasi menjadi lima belas

Jogja-KoPi|Bambang Koko Witjaksono, Kurator Artjog 10 mengatakan seniman Art Jog 10 saat ini adalah seniman berusia muda. Dari 59 peserta hampir 80% adalah seniman muda. Sementara itu Koko menjelaskan ada sekitar seribu karya masuk lewat aplikasi dan hanya lima belas yang terpilih.

"Sistem untuk mengikuti ArtJog sendiri ada dua yaitu undangan dan aplikasi,kalo undangan itu 80% muda,kalo sistem aplikasi itu bisa tua dan muda, pada sistem aplikasi setidaknya jumlah karya yang masuk mencapai seribu karya, namun hanya 15 yang terpilih," terang Bambang.

Salah satu alasan ArtJog mengurangi jumlah seniman yang tampil karena pertimbangan ruang di JNM. Hal ini menurutnya agar setiap seniman dapat memaksimalkan karyanya dengan memanfaatkan setiap ruang dan berusaha mendekati tema utama Arjog yaitu Changing Perspective.

Selain itu alasan lain mengambil seniman muda karena karateristik seniman muda dianggap sesuai dengan tema utama Changing Perspective yang penuh akan inovasi dan ide.

"Pemilihan seniman muda karena mereka cenderung memunculkan banyak invoasi, terbuka, kemungkinan untuk membuat yang lain daripada yang lain itu mungkin, sehingga hal ini dapat mempengaruhi agar seniman dapat mendekati tema utama Changing Perspective,"lanjutnya

Bambang berharap seniman muda yang menampilkan karyanya dapat memberikan perspektif baru atau memberikan pandangan baru entah itu dalam dunia seni atau kehidupan kepada pengunjung ArtJog.

"Bahwa perspektif yang kita gunakan yang selalu kita percayai ternyata dapat menunjukkan sesuatu yang lain,nah itu yang perlu kita buka,kita harus open minded agar lebih bijaksana dalam melihat permasalahan,"kata Bambang.

Seperti tahun-tahun lalu, pembukaan ArtJog 10 kali tetap diminati pengunjung dari berbagai kalangan. Berbagai tanggapan juga mencerminkan apresiasi mereka terhadap karya-karya para seniman/

Pardiman Joyonegoro, seorang seniman gamelan senior dari Yogyakarta, mengatakan Artjog tahun ini sangat beragam dimana setiap karya seni memiliki karakter tersendiri dan mampu mengubah pandanganya.

Artjog dinilainya sebagai salah satu wadah atau tempat dimana setiap seniman dapat bertemu satu sama lain untuk bertukar ide dan pandangan baik itu lewat perbincangan atau lewat karya yang ditampilkan.

"Seperti karya STDY yang mengharuskan pengunjung masuk ke lorong ,karya ini mampu membangkitkan kenangan saya," kata Pardiman.

Sementara itu Dian mahasiswa dari STSRD mengatakan konsep ArtJog tahun ini sangat luar biasa. Dian mengaku tertarik dengan karya Dedi Sufriardi yang menampilkan karya lukis dengan tema Hypertext dalam karyanya.

Sementara pengunjung lainya, Izzar F mahasiswa ISI Yogyakarta menjelaskan dirinya sangat tertarik dengan setiap seniman yang merespon ruang dalam JNM menjadi karya Seni.

"Saya kaget dengan seniman yang mampu merespon ruang yang tadinya menjadi Lost dan tidak menyadari bahwa itu karya, menurut ku seniman instalansi dalam ArtJog dalam mengusung tema Changing Perspective sangat mengena pengunjung," katanya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top