Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Siapkah kita menghadapi sisi gelap robot di masa depan?

Siapkah kita menghadapi sisi gelap robot di masa depan?
KoPi| Dari dulu hingga sekarang, berbagai gambaran mengenai robot telah muncul dalam berbagai cerita. Mulai dari robot sebagai kawan manusia, seperti robot kucing Doraemon, hingga robot jahat yang akan menguasai dan memperbudak manusia, seperti Terminator.
 

Saat ini, kita semakin dekat dengan masa depan yang digambarkan dalam kisah-kisah tersebut. Teknologi robot semakin maju, kecerdasan buatan sudah mulai dikembangkan, namun manusia sendiri masih meraba-raba mengenai gambaran robot di masa depan.

Dari mana sebenarnya berbagai gambaran mengenai robot yang berbeda-beda itu muncul? Bisa dibilang gambaran itu muncul dari asal kata 'robot' sendiri.

Jika ditelusuri dari akar bahasanya, kata 'robot' berasal dari bahasa Ceko 'robotnik' yang berarti 'budak'. Kata 'robotnik' sendiri berasal dari kata 'rabota', kata lama dalam bahasa Gereja Slavonik yang berarti 'pelayanan'.

Penggunaan kata 'robot' pertama kali muncul dalam sebuah drama karya penulis Ceko Karel Capek pada tahun 1920. Capek menulis sebuah naskah drama fiksi ilmiah berjudul "RUR" atau "Rossum's Universal Robots". Dalam drama tersebut, Capek menggambarkan mengenai sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual pekerja-pekerja mekanis yang berpenampilan dan berperilaku seperti manusia, tapi tidak memiliki jiwa.

Tokoh utama dalam drama tersebut, Harry Domin, menggambarkan bahwa: "Para Robot bukanlah manusia. Secara mekanis mereka lebih sempurna daripada kita, mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa berkembang, tapi mereka tidak memiliki jiwa".

Dalam drama karya Capek tersebut, pekerja-pekerja mekanis tersebut pada akhirnya memberontak pada manusia. Sejak saat itu, karya Capek menginspirasi berbagai kisah serupa. Berbagai kisah yang menggambarkan kemajuan teknologi, namun pada akhirnya makhluk mekanis buatan manusia tersebut memberontak melawan manusia. 

Karya-karya tersebut sebenarnya menggambarkan ketakutan manusia sendiri, bahwa suatu saat dominasi manusia di planet ini akan terancam oleh ciptaan sendiri. Masa depan manakah yang akan terwujud? Robot sebagai kawan manusia atau robot sebagai ancaman bagi eksistensi manusia?

back to top