Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kepala Lemsaneg mengklaim software dalam negeri aman dari serangan ransomware

Kepala Lemsaneg mengklaim software dalam negeri aman dari serangan ransomware

Jogja-KoPi│ Kepala Lembaga Sandi Negara, Djoko Setiadi mengatakan penggunaan software buatan dalam negeri lebih aman dari serangan ransomwere dibandingkan softwere buatan asing.

Serangan siber virus Ransomeware WannaCry mulai meresahkan masyarakat ketika menyerang ratusan negara. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk terhindar dari virus ini, karena virus dapat menyerang siapa saja serta menyandra data yang dimiliki pengguna.

Akibatnya pengguna hanya bisa mendapatkan datanya kembali ketika ia membayar uang tebusan yang diminta oleh pelaku penyebar ransomwere.

Softwere buatan dalam negeri menurut Djoko dapat menjadi pilihan untuk terhindar dari virus ransomewere, karena yang memegang kunci softwere adalah bangsa Indonesia sendiri.

“Yakin kalau kita menggunakan item (softwere) sendiri itu paling aman.Kalau pakai softwere luar mereka punya kunci-kucinya yang dapat mereka buka”, jelas Djoko saat konferensi pers  Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Yogyakarta, Senin (15/5).

Untuk itu Djoko menghimbau seluruh bangsa Indonesia untuk menggunakan sistem buatan bangsa kita sendiri, membuat server sendiri terutama bagi instansi pemerintah.

“Saya menghimbau kepada seluruh bangsa, seyogjanya menggunakan sistem buatan sendiri milik putra putri kita. Kita sudah punya sistem yang mengakomodir keamanan untuk instansi pemerintah, saya yakin apabila menggunakan sistem kita itu yang paling aman” kata Djoko.

Sementara untuk serangan siber Ransomware WannaCry saat ini, Kepala Balai Sertifikasi Elektronik Lemsaneg Anton Setiawan mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sudah bertindak untuk mengatasi serangan. Langkah-langkah tersebut menurut Anton sebenarnya sudah ada di buku panduan yang diterbitkan Kemenkominfo untuk menjaga keamanan data-data instansi pemerintah.

Menurutnya cara pengatisipasian yang dapat dilakukan yaitu dengan dilakukannya Backup  file  dan  atau  computer  secara  regular  dan  sebaiknya  file  backupnya  disimpan terpisah  tidak  terkoneksi  pada  jaringan. Bisa  menggunakan  HD D atau USB.

Jangan  mengaktifkan  Macro  pada  sejumlah  aplikasi  (misalnya  Word, Excell  dll). Jangan  dengan  mudah  membuka  file  Attachment  pada  email  ataupun  link  yang diberikan  dalam  email. Juga  jangan  mendownload  file  dari  situs  situs  yang  tidak  jelas.

Selain itu, juga perlu selalu melakukan  update  aplikasi  secara  regular  (system  operasi,  anti  virus,  dan aplikasi  yang sering digunakan).

Untuk  browser,  lebih aman  mengaktifkan  block  pop  up menu, bagi  pengguna  mahir,  maka  harus  berhati-hati  pula  terkena  ransomware  bila  akses security terhadap  computer  tidak  tersegmentasi  dengan  baik,  terbukanya  firewall,  serta aktifnya  remote  desktop.

back to top