Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gerak-Gerik Sperma dalam Penelitian

Science Photo Library Science Photo Library

KoPi| Fisikawan mempelajari gerak-gerik sperma dan telah menemukan bahwa sperma-sperma berkumpul bersama dalam kelompok yang rapat jika cairan di sekitar sperma-sperma tersebut bersifat kental dan elastis.
Cairan-cairan tersebut, termasuk lendir sperma yang berkumpul, tidak hanya kental tetapi juga bisa berpindah tempat dan berpencar jika mereka terganggu.

Mengamati sperma jika berada dalam cairan yang berbeda, para ilmuwan menemukan bahwa kekentalan ini menyebabkan sperma-sperma tersebut berdekatan.

Jika cairan kental maupun encer tetapi tidak elastis, sperma cenderung untuk berenang sendiri.
Tim mempresentasikan penemuan awal mereka pada Pertemuan American Physical Society di Baltimore pada hari Kamis bulan Maret.

Cairan yang kental dan elastis, seperti lendir hidung, adonan kanji, atau mozzarella yang meleleh, merupakan hal yang umum dalam biologi. Dan lendir-lendir tersebut termasuk lendir yang ditemukan dalam sistem reproduksi, jelas Dr Chih-kuan Tung dari North Carolina A&T State University.

"Apa yang kita bicarakan bukan hanya rasa keingintahuan tentang fisik, ini adalah lingkungan nyata yang harus diketahui."

Meskipun persaingan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur cukup sengit, beberapa kerja sama antara sperma diketahui berlangsung pada beberapa spesies, termasuk manusia.

Sperma hewan pengerat tertentu bahkan mempunyai kepala berbentuk kait yang dapat membantu mereka untuk bergabung bersama sperma yang lain membentuk kereta sperma.

Tetapi Dr Tung dan rekan-rekannya, termasuk Susan Suarez dan Mingming Wu di Universitas Cornell, tertarik untuk meneliti apa yang mendorong sperma untuk berenang bersama atau terpisah dengan yang lain.

"Jika Anda perhatikan secara saksama, Anda akan melihat bahwa hal ini adalah proses yang sangat dinamis, jelasnya. Akan ada sel-sel baru yang bergabung dalam kelompok, dan akan ada sel-sel yang meninggalkan kelompoknya pada saat yang sama."

Timnya bahkan membandingkan statistika dari kemasan ini dan penyebarannya dengan cara meneliti perilaku molekul antarmuka dari cairan dan gas, dan sperma mengelompok sesuai dengan molekulnya meluncur mengelilingi satu sama lain dalam suatu cairan, sedangkan perenang bebas lebih mirip seperti molekul gas.

"Kami mencoba untuk menggunakan koeksistensi fase cair-gas untuk memahami proses ini," kata Dr. Tung.
Dengan menempatkan sampel sperma dalam cairan yang berbeda, dengan variasi jumlah polimer elastis yang diaduk, peneliti menemukan bahwa koeksistensi ini penting bagi sperma sel tunggal dalam berperilaku.

"Dengan konsentrasi polimer yang lebih tinggi, sperma menjadi lebih kental dan elastis, dan Anda akan melihat banyak kelompok yang lebih besar," kata Dr. Tung.

Menariknya, jika mereka menambahkan polimer yang membuat cairan tebal dan lebih kental, tetapi tidak elastis, dan sama rapatnya, tidak terjadi gumpalan yang teratur.

"Kadang kala, mereka mungkin bertabrakan dan Anda melihat sebuah kelompok secara singkat, tetapi itu kelompok itu hanya sesaat."

Tim tersebut belum tahu mengapa sifat kental dan elastis penting untuk sperma, hal itu mungkin berhubungan dengan bagaimana cairan bergerak di sekitar ekor mereka, yang tampak besar, tetapi tidak sama sekali, serempak dengan kelompok. Mereka sedang mempelajari pola arus dengan kamera berkecepatan tinggi untuk mempelajari lebih lanjut.

Dan jika melar, cairan kenyal membuat perbedaan yang sangat besar bagi pergerakan mereka, Dr Tung menyarankan, lebih baik mempertimbangkan dalam prosedur IVF.

"Sekarang mereka hanya mencampur sperma dan telur dalam sebuah tabung dan berharap mereka bertemu satu sama lain," katanya, menambahkan satu usulan untuk meningkatkan hasil IVF yang telah memberikan sperma rintangan lebih daripada yang mereka hadapi dalam kenyataan.

Untuk saat ini, bagaimanapun, penelitian ini berfokus pada "ilmu dasar dari masalah tersebut".

Berpikir lebih jauh, Dr Tung dan rekan-rekannya yakin bahwa mereka sudah menemukan alat penting untuk mempelajari perilaku kolektif, terutama karena struktur sperma yang berupa kepala-ditambah-ekor-yang-bergoyang sangat sederhana.

"Ketika Anda berpikir tentang dinamika kolektif dalam biologi, pilihan yang lebih jelas adalah pada hewan," kata Dr Tung. Tetapi sekelompok burung atau ikan lebih rumit, makhluk-makhluk yang beragam jenisnya.

"Mereka melihat sekeliling, mereka berpikir tentang itu, kemudian mereka berpindah. Pemikiran itu sulit bagi fisikawan untuk dibuat model."

Sperma, di sisi lain, relatif sejenis, dan tidak bisa berpikir.

"Ini sistem yang lebih baik bagi kita untuk memahami fisika dasar."
|BBC|Nofita|Dellatika|Ed. URS|

back to top