Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Es di Antartika mengandung berlian

Es di Antartika mengandung berlian

Oslo–KoPi| Sebuah tipe bebatuan yang mengandung berlian telah ditemukan di Antartika, yang merupakan tempat yang luas dan banyak mengandung tambang mineral.

Sebuah perjanjian pada tahun 1991 berdasarkan perjanjian Antartic Treaty melarang untuk menambang paling tidak selama 50 tahun agar bisa menjaga benua ini untuk penelitian dan menjaga margasatwa yang ada di sana.

Dalam Jurnal Nature Communication, sebuah tim yang dipimpin oleh orang Australia melaporkan bahwa Antartika Utara mengandung "kimberlite" (berlian), sebuah tipe batu yang jarang ditemukan, yang diberi nama setelah sebuah kota di Afrika Selatan, Kimberley, terkenal karena berliannya pada akhir abad 19.

"Batu-batu ini merupakan batu yang pertama kali diketahui sebagai kimberlite di Antartika." Mereka menuliskan bahwa penemuan ini berada di sekitar pegunungan Meredith, tepatnya di pegunungan Prince Charles.

Sebelumnya, belum ditemukan berlian selama penelitian geologi diizinkan di benua ini. Tapi sekarang, kimberlite, sebuah batuan vulkanik yang berada di bawah permukaan bumi telah ditemukan di setiap benua.

Ahli geologi khawatir penemuan ini akan menjadi komersial, walaupun sebagian besar benua ini sangat terpencil, dingin, dan sangat gelap. Tim Riley yang merupakan tim survei dari British Antartic Survey mengatakan bahwa kurang lebih 10 persen kandungan kimberlite yang serupa menjadi kepentingan ekonomi yang sangat aktif.

"Ini merupakan sebuah lompatan yang besar dari sini untuk menambang," kata Riley kepada Reuter (sebuah kantor berita nasional). Tambang termasuk platinum, emas, tembaga, besi dan batu bara sebelumnya telah ditemukan di Antartika.

Larangan yang Harus Diteruskan

Perjanjian Antartic Treaty hanya mendapatkan 50 tanda tangan, tapi perjanjian ini mendapatkan dukungan dari negara-negara yang kuat dan maju, antara lain Amerika Serikat dan Cina. Beberapa negara berharap larangan pertambangan ini dilanjutkan kembali sampai tahun 2041.

"Kemungkinan besar akan ada sedikit tantangan untuk memperpanjang larangan ini, karena adanya penemuan yang baru dan potensial di Antartika," menurut Jurnal Nature Communication.

Peneliti lainnya berpendapat bahwa hal ini tidak jelas. "Kita tidak tahu apa latar belakang dari perjanjian yang akan melakukan pertambangan pada tahun 2041 itu atau teknologi apa yang akan muncul untuk mengambil bahan tambang yang bernilai ekonomis itu," komentar Kevin Hughes, Kepala Penelitian Antarctic Research.

Riley juga mengatakan di sana ada sebuah garis baik di antara keberhasilan dan pemetaan geologi dalam bertambang. Beberapa negara termasuk Rusia, Ukraina, dan Cina lebih aktif dalam meneliti Antartika akhir-akhir ini.

Kandungan kimberlite juga merupakan sebuah konfirmasi bagaimana benua itu bergerak. Daerah Antartika utara merupakan salah satu bagian dari sebuah benua yang dikenal dengan Gondwana yng berhubungan langsung dengan Afrika dan India yang juga memiliki kimberlite. |VOANews|Fahrurrazi|Ed.URS|

back to top