Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing
KoPi | Bersiaplah, masa depan sudah di depan mata. Suatu saat mungkin kita tak perlu mencari colokan listrik saat baterai ponsel kita kritis, tapi justru mencari toilet terdekat. Karena para peneliti kini mengembangkan bahan bakar alternatif yang dibuat dari pipis kita sendiri!
 

Sekelompok ilmuwan dari University of Bath, Inggris, mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan baterai fuel cell bertenaga kencing. Baterai tersebut dapat dipakai untuk berbagai peralatan elektronik, termasuk ponsel.

"Sel bahan bakar dari mirkoba dapat memainkan peran penting untuk menghadapi tiga tantangan energi terbarukan, yaitu keamanan, keterjangkauan, dan ramah lingkungan," tukas Dr. Mirella Di Lorenzo, ketua penelitian tersebut. Ia mengatakan, jika manusia bisa mengubah limbah mereka menjadi energi, maka hal itu akan merevolusi teknologi pengembangan energi.

Baterai yang berukuran sekecil uang logam tersebut bisa dibuat hanya dengan biaya Rp 19.000 hingga Rp 69.000. Dr. Di Lorenzo mengatakan, baterai tersebut memanfaatkan proses biologis bakteri 'elektrik' untuk mengubah bahan organik, seperti urin, menjadi tenaga listrik.

Prosesnya, urin akan mengalir melalui sel bahan bakar, lalu bereaksi terhadap bakteri yang akan memproduksi daya listrik. Para peneliti mengatakan, daya listrik tersebut dapat digunakan langsung untuk menyalakan peralatan elektronik atau disimpan.

Tidak main-main, baterai tersebut mempunyai daya sebesar 2 Watt per meter kubik. Artinya, 'baterai pipis' tersebut dapat dipakai untuk menyalakan ponsel tanpa batas waktu tertentu.

Meski tenaga yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi alternatif dari hidrogen atau tenaga matahari, baterai bertenaga kencing ini memiliki keunggulan dibanding keduanya. Utamanya, ukurannya yang kecil dan rendahnya biaya produksi. | Huffington Post

back to top