Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rahasia Makam Ratu Mesir Kuno Nefertiti yang Hilang

Foto: Patung Nefertiti di Museum Nues, Berlin [REUTERS/FABRIZIO BENSCH (GERMANY SOCIETY ENTERTAINMENT)] Foto: Patung Nefertiti di Museum Nues, Berlin [REUTERS/FABRIZIO BENSCH (GERMANY SOCIETY ENTERTAINMENT)]

KoPi| Penemuan makam rahasia di belakang makam Tutankhamun sedang dipuji keunikannya oleh para arkeolog di seluruh dunia. Ahli Mesir Kuno dari Cambridge, Kimberley Watt menjelaskan apa yang telah ditemukan.

Makam Tutankhamun, raja Mesir Kuno yang terkenal ketika Howard Carter menemukan makamnya yang nyaris utuh pada tahun 1922, sekarang menjadi topik hangat lagi. Hal ini dikarenakan Dr. Nicholas Reeves, seorang ahli Mesir Kuno terkenal dan mantan Direktur Amarna Royal Tombs Project, menerbitkan sebuah karya ilmiah yang mendemonstrasikan bagaimana di balik dinding makam kecil ini, ada lebih banyak ruangan yang ditunjukkan dengan adanya retakan tipis pada lukisan dekoratif. Menurutnya, ruangan-ruangan tersebut mungkin berisi sisa-sisa jenazah Ratu Nefertiti.

Pemindaian dinding telah dilakukan pada bulan November 2015, tetapi hasilnya baru dirilis pada tanggal 17 Maret 2016 oleh dr. Mahmoud Eldamaty, Menteri Kepurbakalaan Mesir sejak tahun 2014.

Apa yang ditemukan ?

Dengan menggunakan radar penetrasi tanah (yang memancarkan gelombang elektromagnetik ke permukaan kemudian menganalisis tipe responnya), satu tim yang terdiri atas Menteri Mesir dan berbagai ahli melakukan pemindaian dinding ruang pemakaman dan kumpulan barang berharga dari makam Tutankhamun. Pemindaian-pemindaian ini memang menunjukkan bahwa ada banyak lubang di belakang dinding Barat dan Utara ruang pemakaman tersebut.

Pemeriksaan yang lebih lanjut mengenai data yang dihasilkan menunjukkan bahwa ada kandungan organik dan logam yang tersisa di balik setiap lubang-lubang. Hal ini berarti bahwa mereka sengaja membuat dan secara hati-hati menutupi, dengan memplester akses dan mendekorasinya supaya disembunyikan dari pandangan. Lubang-lubang itu tersembunyi dengan begitu baik tanpa diketahui hampir satu abad setelah pembukaan pertama makam tersebut.

Siapa Tutankhamun ?

Makamnya ditemukan pada tahun 1922 oleh Howard Carter dan Douglas Berry, secara mengejutkan, tampaknya telah luput dari perhatian para pencuri makam masa dulu dan baru-baru ini. Topeng kepala emas yang terkenal dipamerkan di Museum Mesir di Kairo adalah salah satu bagian yang paling mengesankan dari keseluruhan barang pemakaman, tetapi panel kayu dan patung-patungnya tidak kalah uniknya juga karena desainnya.

Tutankhamun adalah raja ke sebelas dari dinasti ke 18 (abad 16—13 SM) yang memerintah selama 9 tahun dan meninggal saat berumur kira-kira 18 tahun. Analisis DNA menunjukkan bahwa dia adalah anak dari Akhenaten, raja sebelumnya dan saudara perempuan Akhenaten, seorang selir kerajaan. Dia meninggal tanpa ahli waris yang memungkinkan dua jenderal tentara untuk mengambil tahta kerajaan, Ay dan satunya lagi bernama Horemheb.

Setelah jeda dari ortodoksi masa Amarna, Tutankhamun dan penerusnya melanjutkan agama bentuk kuno dan memulai konstruksi kuil yang luas di negara itu.

Apa yang ingin kita ketahui lebih dalam ?

Makam Tutankhamun yang unik ini bukan hanya karena salah satu dari beberapa yang luput dari pencuri, melainkan juga karena rencananya yang sangat berbeda dari makam kebanyakan pada masa itu.

Makam-makam itu diukir dan digali oleh para pekerja di dalam gunung di kota Thebes (di tepi seberang kota Luxor yang modern) sehingga menyembunyikan sisa-sisa kerajaan dan perabotan pemakaman ke dalam gunung.

Material pemakaman yang ditemukan belum pernah ada di makam raja siapa pun yang ada di catatan kami. Hal ini berarti bahwa banyak sekali yang tampak unik. Ada kemungkinan bahwa penemuan baru ini akan mengubah opini kami, jika diketahui bahwa anggota lain dari keluarga kerajaan yang lain juga dikuburkan di ruang-ruang tersembunyi ini.

Apa yang dapat kita harapkan?

Penemuan tanah yang telah dijelaskan di atas akan menjadi awal dari perpanjangan ruang makam yang lebih jauh lagi dari rencana yang sebenarnya, dimana sudah ada sumbangan dana untuk hal itu. Peningkatan ruang dari temuan tersebut, bisa jadi bahwa ruangan tersebut mengandung lebih banyak barang Tutankhamun yang terkubur.

Hal itu telah dikemukakan bahwa ruangan itu juga mengandung kuburan dari anggota keluarga kerajaan yang lain. Hal ini mungkin terjadi, tetapi sampai eksplorasi lebih lanjut diharapkan untuk dilakukan secara berhati-hati.

Kenapa setiap orang mengacu sebagai makam Nefertiti?

Pada tahun 2015, Dr. Nicholas Reeves mempublikasikan teorinya mengenai potensi ruangan kuburan Tutankhamun dan mengatakan bahwa mereka akan menjadi seperti tempat peristirahatan terakhir untuk istri Akhenaten, Nefertiti.

Selama kekuasaannya, dia memiliki peran utama di dalam agama barunya dan mungkin juga di pemerintahan negara. Dia menyelamatkan suaminya dan mungkin telah menjadi bupati dari Tutankhamun pada awal tahunnya, atau bahkan telah mengasumsikan posisi kekuasaannya sendiri seperti Firaun Neferneferuaten.

Di museum Mesir, banyak mumi yang telah discan dan diidentifikasi selama Projek Mumi Mesir. Dari semua mumi yang saat ini diketahui, tidak ada yang sesuai dengan umur dan fisik dari Nefertiti.

Salah satu mumi yang telah diusulkan untuk menjadi Nefertiti oleh Dr. Joann Fletcher, sebenarnya telah diidektifikasi sebagai Ibunya Tutankhamun, selir kerajaan. Hal ini dimungkinkan mumi Arkhenaten karena berada di antara mumi yang kurang adanya informasi kontektual untuk menjelaskan identifikasi yang kompleks.

Nefertiti adalah calon kemungkinan untuk ruang tersembunyi - terutama karena dia meninggal sebelum Tutankhamun. Hal ini juga bisa menjadi tempat peristirahatan terakhir dari seorang pejabat pengadilan utama yang makamnya "dipinjam" untuk kematian dadakan Tutankhamun.

Kenapa kita harus peduli bahwa makam ini telah ditemukan sekarang?

Ini bisa menjadi temuan yang luar biasa karena tidak hanya fakta yang menunjukan adanya barang berharga, kreasi yang tidak abstrak dan teks yang panjang, tetapi sebagian besar adalah kesempatan yang unik untuk memahami konsep orang mesir mengatur kematiannya.

Karena hanya terjadi sekarang, penemuan ini akan disimpan dengan teknologi terbaru dan prosesnya itu sendiri akan menjadi tanggung jawab untuk anak cucu.

Bagaimana ini akan mengubah pemahaman kita mengenai Mesir kuno?

Berkat iklim yang kering di Mesir, manusia dan sisa-sisa organik yang diawetkan sangat baik. Memahami konsep dan desain dari kebiasaan penguburan mereka memberikan wawasan mengenai budaya dan kebiasaan mereka. Terbukti, individu seperti Tutankhamun dimakamkan di lembah dimana kebanyakan raja lahir di sana atau di tempat-tempat yang terkait erat dengan hal itu. Tetapi sebagai masyarakat Mesir kuno yang cocok dengan hirarki yang sangat jelas, kita bisa mengharapkan tindakan dari orang-orang di tingkat atas yang akan tercermin pada orang-orang di dasar piramida.

Kita akan perlu menyesuaikan sedikit dengan data untuk memahami orang-orang biasa, tetapi bukti-bukti arkeolog yang tersembunyi disini akan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada kita tentang seluruh peradaban yang dimulai lebih dari 5.000 tahun yang lalu.

|Independent|BBC|Bagus Surya|M.Fauzi A|Ed.URS|

back to top