Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan Featured

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan
Anda suka fashion? Atau Anda menikmati tren fashion dengan brand  luar biasa mahal? Tapi tahukah, bahwa kebahagian Anda ditopang oleh penderitaan sekian juta manusia dan rusaknya lingkungan. Penyakit yang menular, kanker hati, tak terjaminnya keselamatan kerja dan upah yang sangat murah.

The True Cost (2015), sebuah film jurnalistik investigatif (dokumenter) karya Andrew Morgan dan diproduksi Untold membongkar kisah-kisah penderitaan masyarakat miskin dunia ke tiga yang dipaksa oleh industri garmen untuk terus memproduksi demi pasokan tren fashion cepat ( Fast fashion) saat ini.

Ketika pusat-pusat mode dunia setiap minggu menghadirkan berbagai tren fashion yang baru dan menjual dengan mahal jutaan keping baju-baju indah di seluruh dunia -sementara itu pula jutaan orang di India, di Bangladesh, di Indonesia atau dunia ke tiga lainnya tengah mengalami penderitaan dan menunggu ajalnya.

Film ini merunut bagaimana sebuah industri fashion dipersiapkan dengan hasrat keuntungan dan mengabaikan keselamatan manusia dan lingkungannya. Limbah kimia beracun yang mengalir setiap hari di sungai-sungai, mencemari air yang digunakan untuk mengairi sawah, diminum serta dimakan manusia sekitarnya.

Di Pujab, India, misalnya, di sebuah desa yang dekat industri garmen, puluhan anak lahir cacat fisik dan mental. Dan dengan upah hanya 10 dolar AS per bulan harus mereka habiskan untuk berjuang untuk tetap hidup serta menyelamatkan diri dan keluarganya dari penyakit kuning dan lainnya.

Dalam model perdagangan global, sistem outsourcing harus menjadi pilihan. Tidak ada alternatif. Ketika produsen juga harus dipaksa untuk menekan harga demi persaingan, mereka mau tidak mau harus memotong biaya operasional dan konsekuensinya adalah keselamatan kerja para buruhnya.

Di Dhaka, adalah contoh bagaimana trgedi modern terjadi. Sebuah pabrik garmen lantai 8 runtuh dan menewaskan sekitar 400 pekerja dan ratusan yang lain tak ditemukan. Pabrik ini tak lagi memilki sistem keamanan demi mendapatkan untung karena tekanan pasar global.

Film ini, The True Cost, memberikan kita sebuah katarsis dalam sebuah tragedi masyarakat komoditas abad 21 dan membuat kita tahu berapa besar harga yang harus dibayar hanya untuk sebuah mode fashion. Kesenangan segelintir orang yang harus dibayar dengan nyawa dan hancurnya lingkungan kita. Menurut Anda, Sebandingkah ini?

  

back to top