Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Surat Kartini: Kepada Nyonya Hilda G. de Booij #16

  • Read: 349

17 Juni 1902

Hilda yang manis dan budiman, bagaimana saya menyatakan terimakasih saya yang atas kegembiraan luar biasa yang tak terduga-duga, yang hari ini saya terima dari nyonya berupa potret buah hati nyonya yang teramat cantik. Terimalah jabat tangan saya. Tak puas-puasnya saya memandang potret yang manis itu. Kalau gambaran saja sudah membuat saya lupa daratan, bagaimana kalau saya bertemu aslinya!

Surat Kartini : Kepada Nyonya Abendanon-Mandri #15

  • Read: 268

10 Juni 1902

Sesudah bahasa, ilmu bumi sangat menarik hati saya. Saya juga suka berhitung. Tapi, mengenai sejarah saya masih selalu tegang. Bukan karena saya tidak suka sejarah, justru sejarah paling menarik dan orang bisa banyak belajar darinya. Tapi, bentuk penyajiannya dalam buku-buku pelajaran itu kurang menarik bagi saya.

Surat Kartini: Kepada Nyonya Abendanon-Mandri #14

  • Read: 234

8 April 1902

Belajar pada usia yang sudah matang ada pulalah keuntungannya. Kami sekarang mengerti jauh lebih baik dan memahami segala sesuatu. Dan, banyak hal yang dulu bagi kami mati sekarang menjadi hidup. Kami tertarik terhadap sangat banyak hal yang dulu tidak kami pedulikan, semata-mata hanyalah karena: kami tidak mengerti.

Surat Kartini: Kepada Nyonya Abendanon-Mandri #13

  • Read: 234

18 Februari 1902

Datang sajalah nyonya dan tuan untuk melepas lelah di sini dari kesibukan kota Betawi yang ramai itu. Kami akan menggembirakan nyonya, mengajak nyonya menikmati kehidupan desa yang asli, sangat sejuk, sangat sunyi, tenang dan damai.

Surat Kartini: Kepada Nona Estella Zeehandelaar #12

  • Read: 336

11 Oktober 1901

Adapun sekarang, wahai teman setia, saya akan bercerita kepadamu. Tentu saja benar-benar dari hati ke hati tentang berbagai hal mengenai rencana kami. Jalan bagi kami untuk berdiri sendiri akan terbuka. Dengan demikian kami dapat mengabdikan diri kepada sesama manusia seperti dokter, bidan, guru, pengarang, ahli dalam berbagai seni rupa. 

Surat Kartini: Kepada Tuan Prof. Dr. GK Anton dan Nyonya di Jena #11

  • Read: 314

10 Juli 1901

Seharusnya saya lahir sebagai anak laki-laki.

Bila itu yang terjadi mungkin akan ada dari rencana-rencana saya yang melambung tinggi itu yang dapat terwujud. Kini, sebagai anak perempuan dalam masyarakat Bumiputera, hal itu hampir tidak mungkin.

Surat Kartini: Kepada Nona Estella Zeehandelaar #10

  • Read: 325

20 Mei 1910
Sudah amat banyak yang saya tanggung dalam masa muda saya, tetapi itu semuanya bukan apa-apa dibandingkan dengan penanggungan saya pada hari-hari yang mengkhawatirkan selama ayah sakit. Ada jam-jam dimana saya tidak berkemauan. Saya meringkuk dengan gemetar karena sakit batiniah. Bibir yang dengan sombong menyatakan, "apa yang terjadi, terjadilah!" kini bergetar dan gagap: Ya Tuhan, kasihanilah!

Surat Kartini: Kepada Nyonya Abendanon Mandri #9

  • Read: 268

21 Januari 1901

Tadi sore kami pergi ke pantai dan kami mandi di laut. Lautnya tenang menyenangkan dan sama warnanya. Saya duduk di atas batu karang dengan kaki terjuntai ke dalam air dan mata memandang jauh ke kaki langit. Aduhai! Alangkah indah jelitanya bumi ini. Kedamaian, rasa bahagia, rasa terima kasih meresap ke dalam hati saya. Alam tidak pernah membiarkan kami pergi sebelum dihiburnya, apabila kami datang kepadanya untuk minta dihibur.

Subscribe to this RSS feed