Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Surat Kartini: Kepada Nyonya van Kol #20

Surat Kartini: Kepada Nyonya van Kol #20

1 Agustus 1903

Sepatah kata akan mengabarkan selekas-lekasnya kepada nyonya tentang perubahan baru dalam nasib hidup saya. Saya akan melakukan kewajiban kami yang mulia itu....seorang laki-laki yang cakap, mulia, akan mendampingi saya dalam usaha saya untuk bekerja bagi keperluan bangsa ini.

Dalam hal ini dia sudah jauh lebih banyak usahanya daripada saya. Dia sudah berjasa, sedang saya sendiri masih harus mulai. Dia seorang penyayang dan baik hati. Selain berbudi, otaknya tajam dan cair.

Dia sudah pernah ke sana --ke tempat yang sangat didambakan oleh calon istrinya ini, tapi tidak dibolehkan oleh bangsanya, yaitu negeri Belanda.

Ini perubahan yang sangat besar. Saling bantu dan bertukar pikiran di antara kami berdua akan merupakan jalan yang paling pendek menuju arah perwujudan cita-cita kami demi keselamatan bangsa kami.

Nyonya belum tahu siapa tunangan saya itu. Dia adalah Raden Adipati Djojo Adiningrat, Bupati Rembang. Sekian saja dulu! Segera saya akan menulis lagi, dan mudah-mudahan dengan panjang lebar.

back to top