Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Warisan SBY: Teror BBM

Warisan SBY: Teror BBM
Yogyakarta-KoPi. Mengapa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) presiden, mewariskan teror BBM seperti ini. Keluh warga yang mengantri di SPBU jalan Solo, Yogyakarta. Kelangkaan BBM di Yogyakarta dan Surabaya mulai terasa pada hari Senin (25/8/14). Para pengguna kendaraan bermotor merasakan was-was.

"Gimana tidak was-was, saya ini pedagang antara Klaten dan Jogja. Kalau tanpa bensin, saya tidak bisa apa-apa dong mas. Tuno (rugi) saya".

Demikian keluh Darmanto yang sehari-hari menjadi pemasok sayuran di Jogja dan Klaten. Perasaan was-was juga dialami banyak warga. Mereka merasa mendapat teror saja.

"Lha saya setiap hari ke sekolah naik motor, jaraknya jauh. Angkutan umum tidak banyak di tempat saya sana. Kok bisa gini ya mas". Kata Rifatul, guru SD di daerah Karangkajen.

Namun menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, melalui siaran pers Minggu (24/18/14) menjelaskan bahwa persediaan Pertamina cukup sampai akhir tahun.

"Ketidaktersediaan BBM bersubsidi saat ini bukan suatu kelangkaan".

Menurut Ali, Pertamina mengatur kuota BBM bersubsidi supaya cukup sampai akhir tahun 2014. APBN berdasar UU No. 12 Tahun 2014 menetapkan kuota sebesar 46 juta kilo liter, berbeda dari APBN 2015 sebesar 48 juta kilo liter.

Menurut warga pengantri BBM di Yogyakarta, apabila persediaan masih cukup mengapa terjadi kelangkaan seperti ini?

"Pemerintah tidak bisa hanya sekedar menjelaskan tapi melihat fakta lapangan dong". Sergah beberapa pengantri SPBU.

Pada akhir masa pemerintahan SBY, masyarakat dihantam kelangkaan BBM. Hal ini bisa menyebabkan persepsi politis yang kurang konstruktif dan produktif di dalam masyarakat.

Reporter: Winda Efanur

back to top