Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Warga Magelang berangsur ngebor sumur dan tinggalkan PDAM

Foto: kompas.com Foto: kompas.com

Kota Mungkid-KoPi | Warga Perumahan Kalinegoro, Mertoyudan, Magelang berangsur berencana meninggalkan PDAM sebagai sandaran kebutuhan air bersih. Hal ini terjadi karena warga sudah tidak lagi bisa percaya PDAM mampu memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Beberapa penduduk mulai membuat sumur bor baik secara pribadi atau kolektif.

Ibu Siti Aminah (63 tahun), salah satu pelanggan PDAM mengatakan air dari PDAM seringkali macet. Terutama ketika menjelang hari raya hingga pasca- hari raya Idul Fitri 2015 ini.

"Susah, Mas, kita semakin lama semakin merasa dirugikan dengan PDAM. Air sering macet, terutama kalau mau lebaran seperti ini. Tapi anehnya, daerah selatan kok tidak. Ya, sudah, kita putuskan saja bikin sumur bor. Kalau tidak susah," kata Ibu Siti Aminah.

Perasaan senada juga disampaikan Johan warga Perumahan Kalinegoro. Menurutnya PDAM seperti tidak mampu mengatur lagi distribusi air ke masyarakat Magelang.

"Pelanggan semakin banyak, tetapi pelayanan semakin buruk. Kita sudah berlangganan sejak perumahan ini berdiri tahun 1980-an tapi air macet pas sangat dibutuhkan malah gak ada. Ini sudah macet jauh sebelum Lebaran 2015 kemarin hingga sekarang masih macet".

Sementara itu pihak Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Magelang belum bisa dimintai keterangannya.| E Hermawan

back to top