Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Warga Magelang berangsur ngebor sumur dan tinggalkan PDAM

Foto: kompas.com Foto: kompas.com

Kota Mungkid-KoPi | Warga Perumahan Kalinegoro, Mertoyudan, Magelang berangsur berencana meninggalkan PDAM sebagai sandaran kebutuhan air bersih. Hal ini terjadi karena warga sudah tidak lagi bisa percaya PDAM mampu memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Beberapa penduduk mulai membuat sumur bor baik secara pribadi atau kolektif.

Ibu Siti Aminah (63 tahun), salah satu pelanggan PDAM mengatakan air dari PDAM seringkali macet. Terutama ketika menjelang hari raya hingga pasca- hari raya Idul Fitri 2015 ini.

"Susah, Mas, kita semakin lama semakin merasa dirugikan dengan PDAM. Air sering macet, terutama kalau mau lebaran seperti ini. Tapi anehnya, daerah selatan kok tidak. Ya, sudah, kita putuskan saja bikin sumur bor. Kalau tidak susah," kata Ibu Siti Aminah.

Perasaan senada juga disampaikan Johan warga Perumahan Kalinegoro. Menurutnya PDAM seperti tidak mampu mengatur lagi distribusi air ke masyarakat Magelang.

"Pelanggan semakin banyak, tetapi pelayanan semakin buruk. Kita sudah berlangganan sejak perumahan ini berdiri tahun 1980-an tapi air macet pas sangat dibutuhkan malah gak ada. Ini sudah macet jauh sebelum Lebaran 2015 kemarin hingga sekarang masih macet".

Sementara itu pihak Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Magelang belum bisa dimintai keterangannya.| E Hermawan

back to top