Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Surabaya-KoPi| Dunia makin padat dan riuh oleh persaingan dalam segala dimensi. Jika lemah, individu tak akan mampu tumbuh dalam kebahagiaan dan kemapanan sosial ekonomi. Maka bagi wanita ini, memberi 'kesaktian' kepada para generasi adalah keharusan.

Kesaktian itu dalam dunia modern sekarang adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Wanita yang sering membersamai masyarakat kecil ini adalah Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Umum BKOW Jawa Timur. Ia menjelaskan tentang kesaktian bagi para generasi masa mendatang ketika hadir dalam acara Yatim Mandiri (24/10/15). Ada 100 anak yatim yang belajar tentang kemandirian bersama Fatma.

"Anak-anak harus mendapatkan bekal kesaktian dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan."

Fatma memberi apresiasi kepada Yatim Mandiri yang berkomitmen memupuk ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak yatim yang tergabung di Sanggar Genius. Mereka, para anak yatim, nantinya adalah para pemimpin di dalam masyarakat. Sebagian mungkin menjadi profesional dan sebagian lagi menjadi pemimpin politik.

"Saya sendiri memberikan hal yang mungkin seorang ibu memberikan pada anak-anaknya, yaitu proses menjadi mandiri; memasak, mencuci sampai mempersiapkan pakaian sehari-hari secara rapi."

Fatma menjelaskan bahwa kemandirian harus dimulai sejak dini. Namun bukan berarti mereka kehilangan masa kanak-kanak yang membutuhkan ruang bermain. Maka bagaimana caranya melalui ruang bermain yang ceria, kemandirian dimasukkan secara perlahan. 

"Anak-anak harus mendapat kesempatan dan dukungan penuh agar nanti pada masa mendatang mereka mampu bertanggung jawab sebagai pemimpin yang hebat dalam masyarakatnya".

Setelah menjelaskan demikian kepada KoPi, wanita berparas selalu ceria itu mengajak anak-anak belajar mencuci baju. |YP|

back to top