Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Tjokroaminoto Eyang-nya seluruh bangsa Indonesia

Sosok Tjokroaminoto dalam film "Guru Bangsa Tjokroaminoto" yang diperankan Reza Rahadian Sosok Tjokroaminoto dalam film "Guru Bangsa Tjokroaminoto" yang diperankan Reza Rahadian
Surabaya – KoPi | Kisah hidup HOS Tjokroaminoto telah menginspirasi banyak orang. Gelar Guru Bangsa layak disematkan pada pahlawan asal Surabaya tersebut. Para pendiri bangsa Indonesia membangun ide-ide mereka tentang Indonesia di bawah didikan Tjokroaminoto. Dan ajaran Tjokroaminoto kini telah menginspirasi banyak orang melintasi jaman.
 

Salah satu yang terinspirasi adalah budayawan dan musisi Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe “Letto”. Sabrang yang menjadi produser film “Guru Bangsa Tjokroaminoto” ini berpendapat sudah waktunya bangsa Indonesia membuat film mengenai Guru Bangsa tersebut.

Alasannya, selama ini bangsa Indonesia lebih mengenal sejarah yang populer. Namun tentang kejadian yang menjadi latar belakang sejarah populer tersebut, tidak banyak orang yang tahu.

“Semua warga negara Indonesia tahu bahwa kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun banyak yang lupa bahwa jauh sebelumnya ada bibit-bibit yang ditumbuhkan. Dan bibit-bibit itu adalah Eyang Tjokro,” ujarnya.

Sabrang memanggil Tjokroaminoto sebagai eyang, karena ia merasa bahwa Tjokroaminoto adalah eyang-nya bangsa Indonesia. Ialah yang menjadi guru bagi para pendiri bangsa ini. Karena itu Sabrang merasa berkewajiban untuk menceritakan kisah hidupnya kepada seluruh rakyat Indonesia.

Bagi Sabrang, Tjokroaminoto adalah sosok yang ia idolakan. “Eyang Tjokro itu adalah orang Jawa yang mampu memangku seluruh suku yang ada di Indonesia. Mulai dari Jawa, Batak, Minang, China, Bugis, Makassar, ia terima semua sebagai muridnya. Istilah orang Jawa yang cocok untuknya adalah Hamengku Buwono, memangku bumi, mewadahi semua orang,” ujarnya penuh kekaguman.

back to top