Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie
Porong - KoPi | Memasuki tahun ke 9, para korban lumpur Lapindo belum sepenuhnya mendapat ganti rugi. Mereka yang haknya belum terpenuhi menggelar festival pulang kampung dengan mengarak ogoh ogoh serupa Aburizal Bakrie. Ogoh-ogoh yang serupa Bakrie dengan berbaju kuning dan tangan dirantai itu diarak dari taman Apaksi menuju kawasan lumpur lapindo pada jumat (28/05).

Arak-arakan yang diikuti oleh puluhan orang ini diikuti kelompok perempuan Lumpur Lapindo (ArRohmah), Paguyuban Ojek, portal Titik 21 dan juga komunitas AlFaz. Festival yang dinamakan pulang kampung ini menuntut pihak Bakrie maupun pemerintah untuk mengusut tuntas segala korban lumpur Lapindo.

Herwati, selaku ketua kelompok Ar Rohmah dan juga kordinator pelaksana festival tersebut mengungkapkan, kebutuhan korban saat ini bukan sekedar ganti rugi atas bangunan yang kini sudah terkubur lumpur. “Yang kami butuhkan adalah pemulihan, bukan sekedar kesehatan. Melainkan pendidikan anak-anak yang semakin terpinggirkan, jaminan sosial ekonomi serta pemulihan budaya yang kini hilang bersamaan dengan terpencarnya masyarakat Porong”.

Herwati dan para korban lainnya masih merasakan penderitaan. Menurutnya, hanya segelintir orang yang menerima ganti rugi dan memanfaatkan penderitaan beban yang mereka rasakan. “kami perlu dilunasi haknya, sehingga setara dengan mereka yang sudah dilunasi” tegasnya.

Meskipun telah mengontrak rumah disekitaran Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo menolak lupa mengenai kampung halaman yang menjadi tempat kelahiran mereka. Sehingga aksi yang mereka lakukan hari ini bentuk tamparan bagi pihak terkait dan juga pemerintah untuk segera menuntaskan penderitaan yang mereka rasakan.

Dalam festival yang diiringi patrol dari anggota AlFaz, dua orang korban lumpur terlihat emosional sehingga mengamuk dan saling tubruk. Menurut warga setempat, dua orang itu terlibat emosi dengan Bakrie sehingga mengamuk dan kesurupan. | Labibah

back to top