Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Susu formula membodohkan, namun disayang

Susu formula membodohkan, namun disayang
Surabaya-KoPi | Survey dari Proyeksi Indonesia tentang penggunaan susu formula (sufor), lihat di berita Penyakit akibat pada bayi akibat susu formula, sangat mengejutkan dokter spesialis anak, dokter Dini Adityarini, SpA. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen keluarga menggunakan sufor untuk para bayi. Walaupun efek sufor negatif sebagaimana ditunjukkan oleh survey.

Dokter Dini sangat sedih dan gusar saat ditemui usai memberikan perawatan pada bayi.

"Bayi-bayi kita terbodohkan dan termiskinkan secara sistematis, serta masif. Dengan lihai dan halus hampir semua elemen masyarakat terbius strategi yang dimainkan oleh gurita industri susu formula." 

Menurut dokter spesialis anak berkerudung ini, pemerintah yang semestinya memberikan perlindungan pada rakyatnya termasuk dari ancaman sufor namun sayangnya tidak terjadi. Pada provinsi Jawa Barat bahkan secara legal pemerintahnya mendukung sufor.

"Pemerintah seharusnya menindak para pelanggar kode pemasaran susu formula yang secara internasional sudah disepakati. Mereka (perusahaan sufor, red) seakan dibiarkan dan diacukan segala bentuk pelanggarannya. Walaupun sebenarnya negara telah memiliki Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah."

Sangat menyedihkan bahwa tidak ada satupun para pelanggar yang takut konsekuensi hukumnya. Sebab selama ini memang tidak ada pemberian sanksi walaupun terjadi banyak pelanggaran. Dokter Dini menyatakan bahwa organisasi profesi dan akademik kedokteran yang seharusnya menjadi garda depan penyeru kebenaran bahkan tergoda'berselingkuh' di belakang, bermain mata dengan industri sufor. Sebagian lagi bahkan telah secara terang-terangan bermesraan berpelukan dengan berbagai perusahaan sufor.

"Sudah bukan rahasia lagi kalau perusahaan sufor adalah sponsor utama dari hampir semua pelaksanaan acara yang diselenggarakan berbagai organisasi profesi kedokteran tersebut. Sehingga bisa dipastikan bentuk rekomendasi yang dikeluarkan untuk melegitimasi penggunaan susu formula", tandas dokter yang sangat aktif pada kegiatan pro-ASI melalui websitenya www.dokter-dini.com itu.

back to top