Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Surabaya disesaki tower "gelap"

Surabaya disesaki tower "gelap"
Surabaya - KoPi | Kota-kota besar semakin sesak dengan banyaknya menara telekomunikasi (tower). Kebutuhan teknologi komunikasi yang semakin besar membuat pihak penyedia jasa komunikasi seluluer (provider) membangun ratusan tower. Namun, hanya sebagian tower saja yang sepenuhnya berijin.
 

Data Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya menyebutkan di Surabaya saja ada 990 unit tower dengan ketinggian diatas 6 meter. Dari angka tersebut, 290 tower belum memiliki ijin. Selain itu, ada 60 tower dibangun di luar cell plan atau rencana penataan pembangunan menara telepon seluler.

Pihak Dinas PU tak bisa berbuat banyak untuk menertibkan menara-menara tanpa ijin tersebut. Mereka tak bisa merobohkan menara yang sudah dibangun dengan alasan biaya yang besar. 

"Penertiban tower tidak lantas dirobohkan towernya. Kami hanya melakukan pemutusan aliran listrik pada tower tersebut," ungkap Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya.

Hal ini sungguh mengherankan, bagaimana bangunan setinggi tersebut dibangun tanpa sepengetahuan aparat terkait.

Terkait perijinan, Dinas PU mengatakan, semua tower yang berada di dalam cell plan sudah mengantongi ijin, terutama Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Namun, adanya perubahan peraturan pada tahun 2012 membuat beberapa pemilik tower enggan memperpanjang ijin tower tersebut.

Awalnya, IMB untuk tower berlaku seumur hidup. Namun pada tahun 2012 Walikota Surabaya mengeluarkan peraturan yang meminta agar IMB tower berlaku selama 2 tahun, lalu diperpanjang. 

Hal itu membuat pemilik tower enggan memperpanjang IMB yang sudah kadaluarsa, karena mahalnya biaya pengurusan IMB. Akhirnya mereka membiarkan IMB tower tersebut mati.

Tahun ini, atas masukan Gubernur, Pemkot merevisi kembali peraturan mengenai perpanjangan IMB tower. IMB tower akan kembali menjadi seumur hidup. Pihak Dinas PU berharap pemilik tower yang ijinnya sudah mati mau kembali mengurus perijinan tower tersebut.

back to top