Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Surabaya-KoPi | LGBT bisa menjadi masalah sosial dalam bentuk kejahatan seksual, kekerasan seksual dan masalah kesehatan. Demikian disampaikan oleh Dr. Tuti Budirahayu, sosiolog bidang perilaku menyimpang dari Universitas Airlangga.

Menurut Tuti, pada substansinya setiap penyimpangan selalu berkontribusi terhadap muncul masalah-masalah sosial. Ketika LGBT merupakan penyimpangan dalam masyarakat, baik secara budaya dan orientasi seksual maka masyarakat dihadapkan pada masalah-masalah sosial.

"LGBT memang bukan satu-satunya penyumbang masalah sosial karena masih banyak perilaku menyimpang lainnya. Namun berbicara tentang LGBT khususnya, kebiasaan komunitas ini sangat dekat dengan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai masalah sosial."

Doktor pakar pendidikan ini menjelaskan bahwa LGBT sebagai perilaku menyimpang yang menyebabkan masalah sosial maka dibutuhkan penanganan serius. Penanganan serius dalam bentuk regulasi maupun pendidikan seksual yang arif berdasar pada konteks keagamaan.

Ketika menjawab masalah HAM bagi kalangan LGBT, Tuti berpendapat bahwa siapapun dan orientasi seksual apapun selama itu privat maka itu adalah otonomi individu. Setiap otonomi individu dihormati oleh perundangan Indonesia. 

"Akan tetapi ketika menjadi gerakan sosial atau politik, sama halnya masalah radikalisme maka perlu ditangani oleh pemerintah melalui pencegahan dan sanksi. Tentu harus berdasar pada hukum yang adil. Artinya bisa memilah antara pilihan privat dan sebagai gerakan sosial yang terorganisir," pungkas sosiolog berkacamata ini. |Ginanjar|

back to top