Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Surabaya-KoPi | LGBT bisa menjadi masalah sosial dalam bentuk kejahatan seksual, kekerasan seksual dan masalah kesehatan. Demikian disampaikan oleh Dr. Tuti Budirahayu, sosiolog bidang perilaku menyimpang dari Universitas Airlangga.

Menurut Tuti, pada substansinya setiap penyimpangan selalu berkontribusi terhadap muncul masalah-masalah sosial. Ketika LGBT merupakan penyimpangan dalam masyarakat, baik secara budaya dan orientasi seksual maka masyarakat dihadapkan pada masalah-masalah sosial.

"LGBT memang bukan satu-satunya penyumbang masalah sosial karena masih banyak perilaku menyimpang lainnya. Namun berbicara tentang LGBT khususnya, kebiasaan komunitas ini sangat dekat dengan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai masalah sosial."

Doktor pakar pendidikan ini menjelaskan bahwa LGBT sebagai perilaku menyimpang yang menyebabkan masalah sosial maka dibutuhkan penanganan serius. Penanganan serius dalam bentuk regulasi maupun pendidikan seksual yang arif berdasar pada konteks keagamaan.

Ketika menjawab masalah HAM bagi kalangan LGBT, Tuti berpendapat bahwa siapapun dan orientasi seksual apapun selama itu privat maka itu adalah otonomi individu. Setiap otonomi individu dihormati oleh perundangan Indonesia. 

"Akan tetapi ketika menjadi gerakan sosial atau politik, sama halnya masalah radikalisme maka perlu ditangani oleh pemerintah melalui pencegahan dan sanksi. Tentu harus berdasar pada hukum yang adil. Artinya bisa memilah antara pilihan privat dan sebagai gerakan sosial yang terorganisir," pungkas sosiolog berkacamata ini. |Ginanjar|

back to top