Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sopir angkot tak tahu detail rencana AMC

Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya
SURABAYA – KoPi | Salah satu pelaku yang terkena dampak implementasi angkutan massal cepat (AMC) yang akan diterapkan di Surabaya adalah sopir angkot. Mereka ini nantinya akan menjalankan roda transportasi massal yang rencana ground breaking-nya akan dimulai pada tahun ini. Secara otomatis, mereka harus mengetahui seluk-beluk transportasi massal tersebut.

Sayangnya, hal itu belum disosialisasikan secara detail sampai ke tingkat terbawah. Salah satu sopir angkot T2 jurusan Joyoboyo-Mulyorejo-Kenjeran mengaku kalau dirinya belum tahu pasti rencana Pemkot Surabaya itu. Padahal, salah satu rute yang akan dilalui oleh AMC berwujud monorel tersebut adalah Lakarsantri di Surabaya Barat hingga Pantai Kenjeran di Surabaya Timur.

“Saya belum tahu wacana detail tentang rencana monorel-trem itu, mbak. Saya sendiri juga tidak pernah ikut rapat baik dengan Pemkot maupun Organda. Yang ikut dari kami hanya ketua trayeknya,” ujar Nur Hasyim.

Sejauh ini, dirinya hanya mengetahui bahwa angkutan umum yang sekarang sedang beroperasi akan dibeli oleh Pemkot Surabaya. Sedangkan, para sopir yang layak akan dipekerjakan sebagai operator transportasi massal, seperti sopir.
“Saya masih bingung dengan wacana tersebut, antara ikut Pemkot Surabaya atau harus usaha sendiri. Pemkot ini juga mau membeli angkot tapi saya tidak tahu detail harganya,” tutur sopir T2 itu.| Defrina S.S.

back to top