Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sopir angkot tak tahu detail rencana AMC

Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya
SURABAYA – KoPi | Salah satu pelaku yang terkena dampak implementasi angkutan massal cepat (AMC) yang akan diterapkan di Surabaya adalah sopir angkot. Mereka ini nantinya akan menjalankan roda transportasi massal yang rencana ground breaking-nya akan dimulai pada tahun ini. Secara otomatis, mereka harus mengetahui seluk-beluk transportasi massal tersebut.

Sayangnya, hal itu belum disosialisasikan secara detail sampai ke tingkat terbawah. Salah satu sopir angkot T2 jurusan Joyoboyo-Mulyorejo-Kenjeran mengaku kalau dirinya belum tahu pasti rencana Pemkot Surabaya itu. Padahal, salah satu rute yang akan dilalui oleh AMC berwujud monorel tersebut adalah Lakarsantri di Surabaya Barat hingga Pantai Kenjeran di Surabaya Timur.

“Saya belum tahu wacana detail tentang rencana monorel-trem itu, mbak. Saya sendiri juga tidak pernah ikut rapat baik dengan Pemkot maupun Organda. Yang ikut dari kami hanya ketua trayeknya,” ujar Nur Hasyim.

Sejauh ini, dirinya hanya mengetahui bahwa angkutan umum yang sekarang sedang beroperasi akan dibeli oleh Pemkot Surabaya. Sedangkan, para sopir yang layak akan dipekerjakan sebagai operator transportasi massal, seperti sopir.
“Saya masih bingung dengan wacana tersebut, antara ikut Pemkot Surabaya atau harus usaha sendiri. Pemkot ini juga mau membeli angkot tapi saya tidak tahu detail harganya,” tutur sopir T2 itu.| Defrina S.S.

back to top