Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Shelter Trans Sidoarjo rugikan siswa sekolah dasar

Shelter Trans Sidoarjo rugikan siswa sekolah dasar
Sidoarjo - KoPi | Dinas Perhubungan kota Sidoarjo mulai mempersiapkan adanya sarana transportasi umum jenis baru. BRT yang dinamakan Trans Sidoarjo ini mulai dipersiapkan dengan dibanggunya Shelter dibeberapa titik.

Saat ini, ada 16 titik shelter yang dibangun sebagai faktor pendukung adanya BRT di kota delta tersebut. Seperti shelter yang dibangun persis didepan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Meskipun terlihat indah, shelter yang berwarna biru ini ternyata menutupi sebuah sekolah dasar. Shelter tersebut dibangun persis di depan pagar sekolah atau sebelumnya menjadi trotoar bagi anak sekolahan.

Menurut Anshor, salah satu sopir angkot di Sidoarjo yang menentang adanya BRT “Dishub tidak memperhitungkan adanya kerugian dari yang mereka bangun. Contohnya shelter di RSUD, itu menjadi penutup bagi anak sekolah dasar yang keluar. Jika bis datang dan anak-anak sedang jam pulang. Mereka akan terhalang dan menimbulkan bahaya” ujarnya.

Melihat lokasi sekitaran shelter yang penuh dengan pedagang. Pihak Dishub dinilai tidak berani mengambil langkah untuk menggusur lahan trotoar para pedagang. Sehingga diambilah totoar miliki sekolah yang justru malah membahayakan siswa.

Keluar gerbang sekolah, siswa hanya memiliki trotoar sempit untuk berhadapan dengan jalan raya. Apalagi jika bus datang, siswa akan tertutup kendaraan yang melintas disekitarnya.

Sehingga adanya BRT justru malah merugikan beberapa pihak. Termasuk anak sekolah dasar Celep Sidoarjo.

back to top