Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Shelter Trans Sidoarjo rugikan siswa sekolah dasar

Shelter Trans Sidoarjo rugikan siswa sekolah dasar
Sidoarjo - KoPi | Dinas Perhubungan kota Sidoarjo mulai mempersiapkan adanya sarana transportasi umum jenis baru. BRT yang dinamakan Trans Sidoarjo ini mulai dipersiapkan dengan dibanggunya Shelter dibeberapa titik.

Saat ini, ada 16 titik shelter yang dibangun sebagai faktor pendukung adanya BRT di kota delta tersebut. Seperti shelter yang dibangun persis didepan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Meskipun terlihat indah, shelter yang berwarna biru ini ternyata menutupi sebuah sekolah dasar. Shelter tersebut dibangun persis di depan pagar sekolah atau sebelumnya menjadi trotoar bagi anak sekolahan.

Menurut Anshor, salah satu sopir angkot di Sidoarjo yang menentang adanya BRT “Dishub tidak memperhitungkan adanya kerugian dari yang mereka bangun. Contohnya shelter di RSUD, itu menjadi penutup bagi anak sekolah dasar yang keluar. Jika bis datang dan anak-anak sedang jam pulang. Mereka akan terhalang dan menimbulkan bahaya” ujarnya.

Melihat lokasi sekitaran shelter yang penuh dengan pedagang. Pihak Dishub dinilai tidak berani mengambil langkah untuk menggusur lahan trotoar para pedagang. Sehingga diambilah totoar miliki sekolah yang justru malah membahayakan siswa.

Keluar gerbang sekolah, siswa hanya memiliki trotoar sempit untuk berhadapan dengan jalan raya. Apalagi jika bus datang, siswa akan tertutup kendaraan yang melintas disekitarnya.

Sehingga adanya BRT justru malah merugikan beberapa pihak. Termasuk anak sekolah dasar Celep Sidoarjo.

back to top