Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi
Surabaya-KoPi| Surabaya dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sebagai kota dengan seabrek prestasi. Sejak dipimpin oleh Tri Rismaharini, Surabaya menggaet banyak penghargaan besar. Di tingkat Asia Pasifik mislanya, Risma berhasil memberikan penghargaan bagi kota pahlawan sebagai “Future Goverment Awards 2013” untuk dua bidang sekaligus. Bahkan pada Agustus lalu, kota Surabaya terpilih menjadi kota Cerdas Indonesia 2015.

Seabrek penghargaan yang diterima kota Surabaya maupun Risma ternyata tidak sempurna untuk mempeloporkan Surabaya menjadi kota yang sempurna. Sebab, dalam kasat mata, masih banyak PR yang harus diselesaikan pemerintah dalam menangani permasalahan di Surabaya.

Kemiskinan misalnya, menjadi sorotan tajam realitas yang masih terlihat di Surabaya. Dilansir dari dprd.surabaya.go.id, saat ini  warga miskin di Surabaya masih sebanyak 291.685 orang. Namun, otoritas pemerintah dalam memberi kebijakan masih tidak menyeluruh dan tepat sasaran.

Seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Surabaya misalnya, masih terdapat 80.681 warga miskin Surabaya yang tidak tercover dalam PBI untuk program jaminan kesehatan melalui BPJS.

Agustin Poliana, ketua Komisi D DPRD Surabaya mengatakan bahwa pemerintah kota dalam sosialisasi PBI pada warga miskin masih belum optimal. Menurut Agustin di beberapa kelurahan Surabaya masih banyak yang tidak tahu mengenai program PBI.  Padahal, ungkapnya kesehatan masyarakat menjadi hal yang urgen dan mendesak.

“Beberapa waktu lalu, ada pasien meninggal akibat lemahnya kinerja pemkot dalam memberikan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Faktanya sampai saat ini, Surabaya masih belum memiliki penghargaan mengenai pengetas kemiskinan. Semoga bukan berarti kemiskinan di Surabaya menjadi hal yang dibelakangkan untuk diselesaikan. Sebab, masyarakat lebih butuh kesejahteraan dibanding rapihnya taman.

back to top