Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi
Surabaya-KoPi| Surabaya dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sebagai kota dengan seabrek prestasi. Sejak dipimpin oleh Tri Rismaharini, Surabaya menggaet banyak penghargaan besar. Di tingkat Asia Pasifik mislanya, Risma berhasil memberikan penghargaan bagi kota pahlawan sebagai “Future Goverment Awards 2013” untuk dua bidang sekaligus. Bahkan pada Agustus lalu, kota Surabaya terpilih menjadi kota Cerdas Indonesia 2015.

Seabrek penghargaan yang diterima kota Surabaya maupun Risma ternyata tidak sempurna untuk mempeloporkan Surabaya menjadi kota yang sempurna. Sebab, dalam kasat mata, masih banyak PR yang harus diselesaikan pemerintah dalam menangani permasalahan di Surabaya.

Kemiskinan misalnya, menjadi sorotan tajam realitas yang masih terlihat di Surabaya. Dilansir dari dprd.surabaya.go.id, saat ini  warga miskin di Surabaya masih sebanyak 291.685 orang. Namun, otoritas pemerintah dalam memberi kebijakan masih tidak menyeluruh dan tepat sasaran.

Seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Surabaya misalnya, masih terdapat 80.681 warga miskin Surabaya yang tidak tercover dalam PBI untuk program jaminan kesehatan melalui BPJS.

Agustin Poliana, ketua Komisi D DPRD Surabaya mengatakan bahwa pemerintah kota dalam sosialisasi PBI pada warga miskin masih belum optimal. Menurut Agustin di beberapa kelurahan Surabaya masih banyak yang tidak tahu mengenai program PBI.  Padahal, ungkapnya kesehatan masyarakat menjadi hal yang urgen dan mendesak.

“Beberapa waktu lalu, ada pasien meninggal akibat lemahnya kinerja pemkot dalam memberikan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Faktanya sampai saat ini, Surabaya masih belum memiliki penghargaan mengenai pengetas kemiskinan. Semoga bukan berarti kemiskinan di Surabaya menjadi hal yang dibelakangkan untuk diselesaikan. Sebab, masyarakat lebih butuh kesejahteraan dibanding rapihnya taman.

back to top