Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Risma Ingin Indonesia Rebut Kedaulatan Kesehatan

Risma Ingin Indonesia Rebut Kedaulatan Kesehatan
Surabaya – KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini berharap Surabaya mampu menjadi pusat pusat layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya dokter-dokter di Indonesia, khususnya Surabaya, tidak kalah dengan dokter-dokter dari rumah sakit di Singapura.
 

“Orang Indonesia itu suka berobat ke luar negeri. Patah tulang aja harus pergi ke Malaysia atau Singapura. Padahal sebelum ke Singapura atau Malaysia harus transit dulu di Surabaya. Kenapa tidak berhenti di Surabaya saja? Wong dokter-dokter di sana juga lulusan Surabaya,” ungkapnya dalam acara pembukaan Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga, Surabaya (17/2).

Risma prihatin selama ini orang Indonesia sendiri tidak percaya dengan dokter-dokter Indonesia. Ia berharap masyarakat mau terbuka bahwa dokter Indonesia sudah seahli dokter luar negeri. “Masa untuk kesehatan kita juga bergantung sama orang luar negeri? Dokter Indonesia juga sama baiknya. Mari kita rebut kembali kedaulatan kesehatan kita,” tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Selasa (17/2) Universitas Airlangga meresmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi. Rumah sakit ini akan menangani kasus-kasus infeksi seperti demam berdarah, hepatitis, TBC, malaria, dan sebagainya. Rumah sakit ini menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang menangani kasus-kasus infeksi.

 

back to top