Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Yogyakarta-KoPi, “Karena mayoritas pecandu penyalah guna narkoba di Jogja itu 70% adalah kalangan pekerja, sekitar 2,8 % penduduk DIY, baik pekerja swasta atau pun pemerintah,” ujar Saptohadi, Kepala BNN Kota Yogyakarta saat menjelaskan pentingnya sosialiasi Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) kepada pekerja khususnya karyawan di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta (28/4).

Menurutnya, jika salah satu pekerja terkena terjangkit narkoba, maka pelayanan di sebuah perusahaan bisa terganggu atau terhenti, pekerja harus mengeluarkan biaya pengobatan, perusahaan untuk cari ganti pekerja susah dan perusahaan rugi biaya, bahkan perusahaan bisa tercoreng imagenya. 

“Fakta menunjukkkan bahwa memang trend produksi narkoba dilakukan di tempat kerja, perusahaan yang jarang digunakan dan terpencil atau ruko,” Haryono yang mewakili Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta menambahkan.

BNN juga menghimbau agar seseorang yang tercandu narkoba tidak diasingkan oleh masyarakat. Menurut Sapto, pecandu narkoba harus diselamatkan. “Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada di penjara,” pungkasnya.

Menurut Sapto, pengedar narkoba tidak bisa ditumpas sampai ke akar-akarnya karena sindikat pengedar narkoba menggunakan sistem jaringan terputus, sehingga sangat susah untuk melacaknya dan butuh penyidikan yang sangat dalam. Peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan perkembangan narkoba. 

Reporter: Fahrurrazi

back to top