Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Puasa dan perwujudan keadilan

Puasa dan perwujudan keadilan
Surabaya - KoPi | Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan bulan suci Ramadan merupakan saat yang tepat untuk menerapkan nilai-nilai keadilan. Dalam konteks sosial, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa seharusnya mampu bersikap adil dan lebih peka pada kondisi lingkungan sekitarnya.
 

Hal itu diungkapkan Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, saat membuka Festival Ramadan Surabaya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Kamis (17/6). Menurutnya, pelajaran utama dari ibadah puasa adalah melatih diri untuk berbuat adil kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, orang lain dan diri sendiri. Hal itu bisa dilakukan dengan mempraktekkan ajaran untuk berbagi kepada sesama melalui zakat, infak dan sedekah.

“Jika Pancasila diperas maka menghasilkan gotong royong. Sedangkan puasa intinya adalah keadilan. Untuk itu mari bersama-sama kita belajar melatih berlaku adil minimal pada diri sendiri,” kata Gus Ipul.

Sejak dahulu, para bapak pendiri bangsa telah mengamanahkan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia melalui Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, makna membangun tatanan masyarakat yang maju harus dimulai dari konsep keadilan. 

“Jadi masyarakat mendapatkan keadilan dulu kemudian dengan usaha bersama menuju kemakmuran,” ujar Gus Ipul. 

Bulan suci Ramadhan, menurutnya harus bisa menanamkan sikap kepedulian terhadap kaum dhuafa. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang menjadi pesan moral puasa adalah memperhatikan dan menyantuni kaum dhuafa. 

“Menyantuni dhuafa dan anak putus sekolah adalah bagian dari mewujudkan keadilan,” tambahnya.

back to top