Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PSK artis hanya bisa dinikmati pejabat korup

PSK artis hanya bisa dinikmati pejabat korup
KoPi | Bisnis prostitusi masih marak terjadi di Indonesia, dan berkembang dengan berbagai modus operasi. Salah satunya adalah pengungkapan bisnis prostitusi online di Jakarta yang terjadi baru-baru ini. Tersangka mucikari Roby Abbas (RA) dijebak oleh seorang polisi yang menyamar di hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan saat sedang bertransaksi dengan kliennya pada Jumat (8/5) lalu.

RA menjual layanan wanita pemuas nafsu untuk dinikmati para pelanggannya dengan beragam tarif, mulai Rp 5 juta sampai 200 juta. Dari setiap transaksi, ia mengambil keuntungan sebesar 20 persen dari bayaran pelanggan.

Saat ini ia dikenai pasal 296 KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. RA diancam dengan hukuman satu tahun empat bulan penjara dan denda sebesar 15.000.

Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditawarkan RA berasal dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah kalangan artis. Peminat PSK kalangan atis biasanya harus merogoh kocek sebesar Rp 80 juta-200 juta. Sedang keuntungan yang didapat RA mencapai 30 persen.

Tentu para pelanggan RA berasal dari kalangan atas, karena hanya mereka yang bisa mengeluarkan uang sebesar itu untuk kenikmatan seks belaka. “Klien PSK artis dari macam-macam kalangan, ada anggota DPR, pengusaha, dan lainnya,” jelas RA.

Menanggapi kasus tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai pejabat yang bisa menggunakan jasa PSK artis tersebut tentunya menggunakan uang hasil korupsi. Biaya sewa PSK yang dikeluarkan para pejabat merupakan uang rakyat yang diperolehnya melalui jabatan. Menurut Ahok hanya pejabat yang korup yang mampu untuk membayar PSK dengan harga mahal.

Ahok juga mengatakan bahwa keberadaan prostitusi bermula sejak zaman nabi. Hanya saja banyak orang munafik yang dengan kepura-puraannya menutupi hal tersebut. Ia sendiri kerap bingung mencari cara untuk meminimalisir prostitusi. | Labibah

back to top