Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

PSK artis hanya bisa dinikmati pejabat korup

PSK artis hanya bisa dinikmati pejabat korup
KoPi | Bisnis prostitusi masih marak terjadi di Indonesia, dan berkembang dengan berbagai modus operasi. Salah satunya adalah pengungkapan bisnis prostitusi online di Jakarta yang terjadi baru-baru ini. Tersangka mucikari Roby Abbas (RA) dijebak oleh seorang polisi yang menyamar di hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan saat sedang bertransaksi dengan kliennya pada Jumat (8/5) lalu.

RA menjual layanan wanita pemuas nafsu untuk dinikmati para pelanggannya dengan beragam tarif, mulai Rp 5 juta sampai 200 juta. Dari setiap transaksi, ia mengambil keuntungan sebesar 20 persen dari bayaran pelanggan.

Saat ini ia dikenai pasal 296 KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. RA diancam dengan hukuman satu tahun empat bulan penjara dan denda sebesar 15.000.

Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditawarkan RA berasal dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah kalangan artis. Peminat PSK kalangan atis biasanya harus merogoh kocek sebesar Rp 80 juta-200 juta. Sedang keuntungan yang didapat RA mencapai 30 persen.

Tentu para pelanggan RA berasal dari kalangan atas, karena hanya mereka yang bisa mengeluarkan uang sebesar itu untuk kenikmatan seks belaka. “Klien PSK artis dari macam-macam kalangan, ada anggota DPR, pengusaha, dan lainnya,” jelas RA.

Menanggapi kasus tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai pejabat yang bisa menggunakan jasa PSK artis tersebut tentunya menggunakan uang hasil korupsi. Biaya sewa PSK yang dikeluarkan para pejabat merupakan uang rakyat yang diperolehnya melalui jabatan. Menurut Ahok hanya pejabat yang korup yang mampu untuk membayar PSK dengan harga mahal.

Ahok juga mengatakan bahwa keberadaan prostitusi bermula sejak zaman nabi. Hanya saja banyak orang munafik yang dengan kepura-puraannya menutupi hal tersebut. Ia sendiri kerap bingung mencari cara untuk meminimalisir prostitusi. | Labibah

back to top