Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Prostitusi bisnis yang mustahil dihilangkan

Prostitusi bisnis yang mustahil dihilangkan
KoPi | Bisnis prostitusi di Indonesia kian teorganisir. Diduga, hal ini disebabkan oleh lemahnya peraturan yang menjadi dasar hukum terhadap pelanggaran tersebut. Tidak adanya sanksi yang tegas untuk pelaku prostitusi membuat kegiatan ini masih marak.

Penangkapan RA Jumat (8/5) lalu merupakan salah satu terkuaknya operasi gembong pelacuran di Indonesia. RA yang berprofesi sebagai mucikari ini ditangkap pihak kepolisian di hotel mewah di daerah Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan tersebut, seorang wanita berinisial AA yang diduga merupakan PSK dan seorang artis, ditangkap di dalam kamar hotelnya. AA ditangkap beserta barang bukti berupa bra bermotif renda hitam dan sebuah ponsel berwana putih.

RA dijerat pasal 296 KUHP tentang Permucikarian. Hukuman yang didapatkan hanyalah satu tahun empat bulan penjara dan denda Rp 15.000. sedangkan AA yang berstatus sebagai wanita yang dijual oleh pelaku hanya dijadikan sebagai saksi untuk kasus perdagangan manusia.

Denda yang teramat minim itu merupakan salah satu bentuk pasal yang belum dikoreksi oleh pemerintah. KUHP yang diterbitkan sejak jaman belanda tersebut belum disesuaikan dengan kondisi di Indonesia saat ini.

Di dalam KUHP sendiri, tidak ada pasal yang mengatur tentang pidana bagi PSK maupun pemakai jasa PSK. Minimnya sanksi yang diberikan oleh pihak hukum membuat bisnis prostitusi semakin merajalela. Akibatnya pelaku tidak menjadi jera.

Sanksi yang kuat mengenai prostitusi ada bagi PSK yang melakukan pekerjaan tersebut secara terpaksa. Artinya, akan ada sanksi tegas untuk para mucikari dengan hukuman yang berat. Namun, untuk PSK yang melakukan pekerjaan tersebut dengan keinginan sendiri, hukum yang membentenginya tidak ada.

Hal tersebutlah yang menjadikan bisnis prostitusi di Indonesia tidak ada habisnya. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga mengungkapkan, ia kerap bingung menemukan cara untuk memberantas prostitusi. Ia turut mengundang masyarakat yang ingin menghapus prostitusi untuk berdiskusi dengannya. | Labibah

back to top