Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Digugat 1 miliar, PKL beraksi kumpulkan koin

Digugat 1 miliar, PKL  beraksi kumpulkan koin

Jogjakarta-KoPi| Pedagang Kaki Lima (PKL) Gondomanan yang digugat 1 miliar rupiah oleh Eka Aryawan melakukan aksi kumpul koin di Tugu Pal Putih pukul 10.00 WIB.

Masing-masing PKL membawa kardus dan toples besar bertuliskan 'Kumpul Koin'. Mereka melakukan aksi dengan empat orang PKL, satu PKL berhalangan hadir, aksi mereka juga didampingi dari pihak LBH Jogja.

Salah satu PKL Budiono mengatakan bahwa aksi kumpul koin merupakan reaksi dari kekecewaan pihak PKL terhadap Eka Aryawan.

Menurut Budiono, kedua belah pihak telah menyepakati perjanjian Surat Kesepakatan Bersama Penentuan Batas Milik Tanah di Jalan Brigjen Katamso, Prawirodirjan, Gondomanan pada 13 Februari 2013 lalu

Namun Budiono beserta PKL lainnya kecewa karena pihak Eka Aryawan telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

"Gimana kita sudah bikin janji seperti ini. Kok mengingkari. Kalo nuntut lagi ini namanya mengingkari. Saya tanyakan (kok) seperti ini, tapi sudah (wewenangnya) sama pengacaranya. Pengacaranya nuntutnya suruh pergi," jelas Budiono di tengah aksi kumpul koin di Tugu Pal Putih Jogja pukul 10.30 WIB.

Budiono menambahkan pihak Eka Aryawan meminta PKL pindah lokasi berjualan tanpa kompensasi. Jalan mediasi yang sudah ditempuh pun belum memuaskan para PKL.

Selain Budiono, PKL lain yang memiliki nasib yang sama Sutinah, pedagang nasi, Suwarni, pedagang nasi, Agung, pedagang stiker dan Sugiyadi, penjual bakmi.

Mereka dituduh menempati lahan kekancingan keraton Yogyakarta yang sudah diberikan hak gunanya kepada penggugat.

Menurut para PKL mereka telah menempati lokasi di Jalan Brigjen Katamso sejak tahun 1967 turun temurun. Sementara persidangan mereka akan digelar di Pengadilan Negeri Jogjakarta September 2015 mendatang. |Winda Efanur FS|

back to top