Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pertalite tidak efektif dan memberatkan masyarakat

Pertalite tidak efektif dan memberatkan masyarakat
Surabaya – KoPi | Isu yang digulirkaan PT Pertamina mengenai pengadaan BBM jenis baru dinilai tidak efektif oleh masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini Pertamina masih belum menyebutkan harga Pertalite, nama BBM jenis baru ini. Namun harga itu diyakini akan lebih mahal ketimbang BBM jenis Premium. Asumsi yang timbul Pertamina akan mematok Pertalite dengan kisaran harga Rp 8.000-8.300. Pertalite yang memiliki RON 90 disebutk memiliki banyak keuntungan dibanding BBM jenis Premium.

Meski demikian, masyarakat menilai munculnya Pertalite akan merugikan mereka. Sebagai BBM non-subsidi, sehingga tidak mendapat subsidi pemerintah. Tentu ini akan memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Menurut Yusuf, pedagang roti keliling di Surabaya, Pertalite akan sangat merugikan masyarakat. Ia mengaku tidak akan menggunakan Pertalite selama Premium masih ada. Tujuan pemerintah yang akan menghapus Premium secara perlahan ini menurutnya akan sia-sia.

“Kalau sampai pengadaan Pertalite membuat Premium benar-benar dihapus, mending langsung ganti ke Pertamax. Keuntungannya lebih banyak, harganya juga tidak terlalu jauh beda,” tuturnya.

Jenis Pertalite memang belum populer di kalangan masyarakat. Masih banyak yang belum mengetahui tentang rencana pengadaan BBM baru ini. Misalnya Huda, seorang tukang ojek keliling di Surabaya. Ia berpendapat bahwa Pertalite akan sangat merugikan masyarakat, terutama bagi rekan-rekan seprofesinya.

“Subsidi semua diambil, terus kalangan saya ini mau hidup bagaimana Mbak?” ujarnya.

Di sisi lain, pengadaan Pertalite tidak mengusik para pengguna BBM jenis Pertamax. RON Pertalite masih berada di bawah Pertamax (RON 92) dan Pertamax Plus (RON 95). Meski demikian, pengadaan jenis Pertalite dinilai tidak akan efektif.

“Keuntungannya masih di bawah Pertamax, tapi harganya beda tipis. Pastinya masyarakat langsung berganti Pertamax,” ujar
Wahid, pengguna Pertamax. Menurut Wahid, meski kebijakan tersebut bagus, tetap akan berdampak besar, apalagi untuk kalangan bawah. Masyarakat kecil masih berharap pengadaan jenis Pertalite tidak menghapus Premium dari Indonesia. | Labibah

back to top