Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Jayapura-KoPi | Para tokoh agama Kristen Papua melakukan pertemuan di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Entrop, Jayapura hari ini (18/7/2015). Pertemuan tersebut sebagai respon terhadap serangan kekerasan terhadap ummat Islam yang melaksanakan ibadah shalat Ied 1436 H di Tolikara. 

Paska pertemuan tersebut para tokoh agama menemui pers dan menyatakan permintaan maaf kepada ummat Islam di Tolikara atas insiden tersebut. Pada hari Jumat 17 Juli lalu, terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan 54 kios terbakar dan 1 mushola hancur. Wakil dari persekutuan gereja di Papua, Pendeta Herma Saud, menyatakan penyesalan kejadian itu.

"Atas nama tokoh agama di Papua, kami bersama seluruh umat beragama di Papua menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pembakaran mushola dan penyerangan umat muslim saat melaksanakan shalat Idul Fitri di Lapangan Koramil Tolikara kemarin. Akibat kejadian ini pula seorang warga akhirnya meninggal dunia,” kata Herman Saud dikutip Antara (18/7/15).

Selain itu Pendeta Herman meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang makin menyesatkan dan memanaskan situasi. Saat ini menurut Herman, tokoh-tokoh agama sangat menyayangkan beredarnya surat dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) tentang pelarangan ibadah ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri.

Sosiolog pakar studi konflik dari Universitas Airlangga, Novri Susan, menyebut langkah persekutuan gereja dengan permintaan maaf akan menjadi kekuatan rekonsilisasi yang penting.

"Ya, pernyataan tersebut menjadi kekuatan rekonsiliasi antar ummat beragama. Sangat baik untuk masyarakat di Papua dan umumnya Indonesia. Setelah ini harus ada program khusus dari pemerintah untuk membangun perdamaian secara berkelanjutan khususnya di Tolikara Papua," jelas Novri melalui percakapan telpon. | AG

back to top