Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Jayapura-KoPi | Para tokoh agama Kristen Papua melakukan pertemuan di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Entrop, Jayapura hari ini (18/7/2015). Pertemuan tersebut sebagai respon terhadap serangan kekerasan terhadap ummat Islam yang melaksanakan ibadah shalat Ied 1436 H di Tolikara. 

Paska pertemuan tersebut para tokoh agama menemui pers dan menyatakan permintaan maaf kepada ummat Islam di Tolikara atas insiden tersebut. Pada hari Jumat 17 Juli lalu, terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan 54 kios terbakar dan 1 mushola hancur. Wakil dari persekutuan gereja di Papua, Pendeta Herma Saud, menyatakan penyesalan kejadian itu.

"Atas nama tokoh agama di Papua, kami bersama seluruh umat beragama di Papua menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pembakaran mushola dan penyerangan umat muslim saat melaksanakan shalat Idul Fitri di Lapangan Koramil Tolikara kemarin. Akibat kejadian ini pula seorang warga akhirnya meninggal dunia,” kata Herman Saud dikutip Antara (18/7/15).

Selain itu Pendeta Herman meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang makin menyesatkan dan memanaskan situasi. Saat ini menurut Herman, tokoh-tokoh agama sangat menyayangkan beredarnya surat dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) tentang pelarangan ibadah ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri.

Sosiolog pakar studi konflik dari Universitas Airlangga, Novri Susan, menyebut langkah persekutuan gereja dengan permintaan maaf akan menjadi kekuatan rekonsilisasi yang penting.

"Ya, pernyataan tersebut menjadi kekuatan rekonsiliasi antar ummat beragama. Sangat baik untuk masyarakat di Papua dan umumnya Indonesia. Setelah ini harus ada program khusus dari pemerintah untuk membangun perdamaian secara berkelanjutan khususnya di Tolikara Papua," jelas Novri melalui percakapan telpon. | AG

back to top