Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa
Surabaya - KoPi | Realisasi penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Jatim semester pertama (Januari-Juni) tahun 2015 mencapai 94 persen. Dari total pagu enam bulan sebesar 257.172 ton, raskin yang telah terdistribusikan mencapai total 242.826 ton.
 

“Penyaluran raskin memang belum mencapai 100 persen, karena bulan Juni masih tersisa beberapa hari. Tapi dengan penyaluran mencapai 94 persen itu sudah cukup bagus karena ada beberapa daerah yang memang penyalurannya sedikit terhambat,” kata Humas Perum Bulog Divre Jatim, Julia Hermawati, Jumat (26/6).

Julia menuturkan, beberapa daerah yang belum terdistribusi 100 persen antara lain Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Madiun, dan Ngawi. Sedangkan kekurangan penyaluran raskin terbesar ada di wilayah Madura. Di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, penyaluran sempat tersendat dan baru kembali lancar April lalu.

Penyaluran jatah beras bagi masyarakat miskin (raskin) 2015 di Jawa Timur telah berlangsung sejak awal Februari. Julia mengatakan, belum optimalnya penyaluran raskin juga disebabkan belum lengkapnya verifikasi data RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat) yang dilakukan oleh pemkab/kota.

Ia menambahkan, penyaluran setiap awal tahun memang tidak bisa berjalan optimal. Julia menganggap hal itu biasa karena terjadi setiap tahunnya. “Data RTSPM raskin itu menggunakan acuan dari data BPS. Namun, pemkab/kota selalu memverifikasi setiap tahunnya karena data kependudukan selalu berubah,” katanya.

Selain itu, keterlambatan penyaluran raskin sejak Februari juga merupakan dampak dari rencana pemerintah mengganti program raskin dengan uang elektronik (e-money).

back to top