Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 orang mahasiswa UGM mendirikan posko peduli bencana untuk korban gempa bumi Lombok di desa gumantar, Kayangan, Lombok Utara. Di desa yang memiliki 16 Dusun dengan 6.366 Jiwa ini terkena dampak yang cukup besar sehingga merusak fasilitas umum seperti sarana sanitasi masyarakat, sekolah, dan rumah ibadat.

Mahasiswa UGM ini melaksanakan berbagai program pengabdian untuk membangun kembali Desa Gumantar dari aspek sosial, medis, dan infrastruktur. Seperti yang disampaikan oleh Adam Chaesar, anggota tim mahasiwa KKN Peduli Bencana, ia bersama rekan mahasiswa KKN lainnya mendirikan sekolah sementara dengan menggunakan tenda seadanya atau dibawah pohon beralasakan terpal plastik sebagai tempat untuk belajar.

Mahasiswa dari prodi Hubungan Internasional Fisipol ini mengatakan saat ini dua bangunan sekolah dsar di desa tersebut masih rusak sehingga kegiatan belajar mengajar terhenti dan banyak guru yang memilih untuk belum aktif ke sekolah. “Kita pun mengajak siswa untuk belajar bersama sekligus melakukan trauma healing,” kata Adam saat dihubungi Kamis (6/9).

Proses belajar mengajar dibagi menjadi dua sesi yakni sejak pukul 8 hingga 10 pagi. Namun materi yang diajarkan menurut Adam bukalha metri pelajara mereka dis ekolah melakinakan proses belajar mengajar yang bisa menyenagkan siswa untuk menambah pengethauannya mejadi lebih luas.

Seperti diektahui Gempa berkekuatan 6.4 SR pada 5 Agustus 2018, dan 7.0 SR pada 19 Agustus 2018, serta gempa susulan lainnya menghancurkan infrastruktrur, saluran perairan dan fasilitas lainnya. Masyarakat yang memilih hidup di bawah tenda saat ini kekurangan air bersih dikarenakan saluran air yang rusak. “Kita melakukan perbaikan Pipa Saluran Air dan MCK Darurat,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Ambar Kusumandari mengatakan selama pelaksanaan KKN yang sudah berlagsung kurang lebih dua minggu ini, para mahasiwsa KKN telah mendata tingkat kesehatan masyarakat. “Yang ditemukan rata-rata penyakit ispa dan scabies,” katanya.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang berasal dari Fakulats Kedokteranm Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan juga melakukan home visit ke rumah warga untuk memeriksa kesahatan mereka secara berkala, “Mahasiwsa juga mendirikan klinik 24 jam di posko,” ujarnya.

Ambar menyebutkan lokasi KKN di Gumantar ini pada senin pagi (3/9) lalu sempat dikunjungi oleh Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo dikarenakan di lokasi tersebut juga berdiri posko Kagamacare. Kepada mahasiswa, Ganjar memberi semangat kepada mahasiswa dan relawan untuk terus bekerja bersama masyarakat yang terkena musibah bencana. “Ia mengharapkan agar program ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, karena kita tahu setiap periode KKN, ada pergantian personil mahasiwa yang akan dikirim,” kata Ambar.

Untuk kegiatan pengadaan air bersih, kata Ambar, mahasiswa menyiapkan suplai air bersih melalui pupa air sepanjang 9 kilometer. “Sumber airnya sudah ditemukan mahasiswa di daerah taman nasional sehingga nantinya bisa disalurkan ke warga yang saat ini berada di daerah pengungsian,” ujarnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top