Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah
Surabaya - KoPi | Kawasan Tunjungan telah lama menjadi pusat kehidupan dan perkembangan Kota Surabaya. Tak ayal, kawasan Tunjungan menjadi daya tarik historis di masa modern ini. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menunjukkan keseriusan untuk menjadikan kawasan Tunjungan sebagai salah satu destinasi historis Kota Pahlawan.
 

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan pekerjaan pertama yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah mengamankan beberapa bangunan bersejarah. Menurut Wiwiek, hingga saat ini Pemkot berhasil mengamankan beberapa persil di kawasan Tunjungan. Persil pertama yang saat ini berhasil diamankan adalah bangunan Siola, lalu akan diikuti oleh persil-persil lain di sekitar kawasan Tunjungan.

“Pengembangan di kawasan Tunjungan rencananya akan diselesaikan dalam dua sisi. Di satu sisi perbaikan infrastruktur bangunan, dan di sisi lain diisi dengan menghidupkan kembali atmosfernya dengan kegiatan seni dan budaya,” ujar Wiwiek, Rabu (21/10).

Selain itu, lanjut Wiwiek, Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan kampung-kampung lama yang memiliki nilai historis. Salah satu perombakan yang dilakukan adalah di kampung Peneleh dan Rumah HOS Tjokro Aminoto, serta Kampung Mangga yang merupakan lokasi rumah W.R. Supratman.

Untuk melancarkan proyek tersebut, Pemkot Surabaya telah menganggarkan biaya sebesar Rp 800 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan perawatan cagar budaya, mulai dari kajian arkeologis hingga pemeliharaan. Pemkot Surabaya telah melayangkan surat kepada beberapa pemilik persil yang bangunannya masih menyisakan struktur bangunan lama.

Wiwiek menambahkan selama ini banyak komunitas masyarakat peduli cagar budaya yang menyampaikan keinginan untuk menghidupkan kembali kawasan Tunjungan. Selain itu, pemilik persil yang berada di kawasan Tunjungan juga menginginkan hal yang sama. Seperti Hotel Majapahit yang merupakan bekas Hotel Oranye. 

back to top