Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kawasan Putat Jaya atau eks-lokalisasi Dolly akan menjadi sentra akik di Surabaya. Di hadapan para wartawan, Risma menceritakan sudah mengirimkan beberapa warga Putat Jaya untuk belajar di Pacitan dan Kalimantan.
 

"Ternyata warga Putat Jaya punya banyak bakat terpendam di desain. Waktu diajari membatik, diajari sekali mereka sudah bisa membatik, sekaligus bikin desainnya," ungkap Risma di hadapan wartawan. Ia tidak mau menyebut kawasan tersebut sebagai Dolly, melainkan Putat Jaya.

Ia tidak khawatir akan tersaingi dengan daerah lain. Menurutnya selama ini semua daerah mengembangkan akik dengan model sama, yaitu berbentuk bulatan. Karena itu Risma ingin ada desain khusus.

"Aku akan konsentrasi di penggosokan, desain emban (cincin), dan cutting-nya. Jadi aku akan masuk ke model, ke fashionnya. Kalau fashion tidak akan pernah berhenti, tidak akan pudar walau boomingnya turun. Makanya saya cari orang yang berbakat di desain," kata Risma lagi.

Ia telah mencoba mencari warga yang berbakat desain batik, sekarang ia mencari orang yang berbakat mendesain cincin emban akik. Beberapa warga telah dikirim berlatih untuk tes kepekaan desain. Ia juga meminta perajin perhiasan untuk melatih warga.

"Kita bukan sekedar bagus-bagusan batu, disenteri begitu bukan. Kita konsentrasi di fashion. Saya yakin kalau masuk fashion akan jauh lebih bagus," tegasnya.

Risma mengingatkan bahwa negara seperti Belanda dan Singapura tidak memiliki kekayaan alam, tapi kedua negara tersebut terkenal sebagai pusat perdagangan berlian dunia. "Karena nilai tambahnya ada di penggosokan dan fashion. Saya melihat di paska boomingnya," tutur walikota perempuan pertama Surabaya itu.

back to top