Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemerintah tak bisa cegah daging celeng masuk pasar

Pemerintah tak bisa cegah daging celeng masuk pasar
Surabaya - KoPi | Di tengah mahalnya harga daging sapi, sejumlah pihak memanfaatkannya dengan menjual daging celeng atau babi hutan yang disamarkan menjadi daging sapi. Terbongkarnya temuan daging celeng di Jawa Timur beberapa waktu lalu mengindikasikan lemahnya pengawasan distribusi daging dari daerah lain.
 

Hal tersebut diakui Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Ia mengatakan memang selama ini tidak ada screening khusus terhadap daging asal daerah lain. "Kalau ada daging impor baru ada screening. Tapi kalau daging kita sendiri ya jalan begitu saja. Modusnya daging celeng ini kan dicampur dengan daging sapi biasa," kata Pakdhe Karwo.

Karwo mengatakan Provinsi Jatim berupaya mencegah masuknya daging celeng ini dengan melakukan impor dan operasi pasar. Namun untuk pencegahan, seharusnya ada tindakan dari pemerintah daerah tempat asal daging celeng tersebut berasal.

"Sebetulnya di tempat kita itu prosesnya petugas kami melakukan checking di pasar untuk penegakan peraturan. Kalau Dinas Peternakan sendiri kan mengurusi ternak sehat dan ternak banyak, nggak sampai detail itu sebenarnya. Tapi tetap kita operasikan untuk mengecek kebenaran soal daging itu," jelas Karwo.

Karwo mengatakan pemerintah daerah tidak ounay wewenang mengecek detail isi kontainer dari daerah lain. Menurutnya, hal itu bisa dianggap menghambat distribusi.

back to top