Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Indonesia-KoPi, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperbaiki program subsidi raskin dengan mencoba mengaplikasikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai alat bagi masyarakat untuk dapat mengambil jatah raskin.

Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada hari Selasa lalu menyatakan bahwa dalam memperbaiki program raskin ini pemerintah hanya akan menjual beras bersubsidi ini kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. “Raskin ini diadakan untuk membantu para keluarga yang tidak mampu. Beras ini tidak didistribusikan kepada keluarga dari kalangan menengah ke atas,” paparnya.


Tahun ini, pemerintah diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 1.6 milyar dollar Amerika untuk membiayai program raskin. Jumlah ini akan membantu sekitar 15.5 juta keluarga penerima raskin. Mereka nantinya hanya perlu membayar Rp. 1,600 per kilogram berasnya.


Selain itu, pemerintah juga membenahi sistem distribusi raskin dengan menggunakan KPS sebagai syarat keluarga penerima raskin. KPS sendiri adalah kartu identitas yang dapat memungkinkan keluarga tidak mampu untuk mendapatkan program kesejahteraan sosial.


Terkait dengan kemungkinan perpindahan penduduk yang sering kali menghambat proses distribusi raskin, pemerintah juga telah berusaha untuk memperbaharui database mengenai informasi keluarga melalui pertemuan dewan daerah.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net



back to top