Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

NU Garis Lurus kecam Agil Siraj karena lecehkan kyai pesantren

NU Garis Lurus kecam Agil Siraj karena lecehkan kyai pesantren

KoPi| Ketua PBNU Agil Siraj dikecam kalangan umat NU garis pesantren atau NU Garis Lurus karena menganggap para kyai pesantren ndeso (kampungan) dan tidak berpikir maju.

Seperti dikutip dari portal Nu Garis Lurus, portal yang diasuh para santri NU yang berseberangan dengan NU modern kelompok Agil Siraj dan Jaringan Islam Liberal Ulil Absadalla, menurunkan berita berjudul Ditanya Wartawan Soal NU Garis Lurus, Ketum PBNU Lecehkan Pesantren.

Berikut kutipannya:

NUGarisLurus.Com - Portal berita detik.com melakukan wawancara dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dalam pembukaan acara istigasah menyambut Ramadan dan pembukaan munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, 14 Juni lalu.

Dalam cuplikan akhir wawancara Said Agil Siradj yang berjudul “Islam Indonesia Bukan Islam Arab” itu dia diminta tanggapannya tentang Gerakan NU Garis Lurus. Namun jawaban dari pertanyaan wartawan tersebut justru mengungkap kesombongan sang Ketum PBNU dengan melecehkan para kyai pesantren. Berikut kutipan wawancara wartawan detik.com.

Oh, ya, apa pendapat Anda soal gerakan NU Garis Lurus?

Itu cara berpikir orang yang masih sempit, belum paham tantangan ke depan sebesar apa. Kalau nyusun pengurus hanya kiai semua dari pesantren ya enggak jalan. Kalau dituduh ada yang liberal, ada yang genit dalam berpikir seperti Pak Masdar (F. Mas’udi), ada yang dituduh PKI karena melakukan rekonsiliasi, itu pekerjaan kita semua. Bagi kiai yang ndeso itu, enggak bisa paham hal seperti itu. Garis lurus, jadi katanya NU yang sekarang itu bengkok gitu?

(Tulisan selengkapnya bisa dibaca gratis di edisi terbaru Majalah Detik (Edisi 191, 27 Juli 2015).

back to top