Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mudik Ramah Anak, antisipasi kelalaian pemudik

Image from ridetua.com Image from ridetua.com
Jakarta - koPi | Mudik saat hari raya memang menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga libur nasional tersebut dijadikan moment untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk menghindari tiingginya kecelakaan saat mudik, ini yang dilakukan para sekumpulan pendongeng.

Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) melakukan kampanye Mudik Ramah Anak (MRA) 2015 di terminal dan stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi adanya kelalaian orang tua saat mudik dan membawa anak.

Ketua Pelaksana MRA GePPuK, Dana Sriwijayanto mengatakan kepada KoPi Kamis (9/7) “MRA bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan keluaga, terutama anak, saat mudik”

Kampanye yang dilakukan GePPuK adalah dengan membuat Jingel utuk didengarkan anak selama perjalanan. Juga tim GePPuK akan membagikan serupa brosur dan sticker untuk memperingati pemudik agar lebih memperhatikan anak.

Apalagi dengan pemudik yang menggunakan sepedah motor. Meskipun telah dihimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak membawa anak saat mudik dengan sepeda motor, tetap saja masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Dalam banyak kasus, menurut Danang, anak menjadi korban kecelakaan atas kurangnya waspada orang tua. “Hal itu akan menimbulkan kecacatan pada anak atau bahkan menjadikan mereka yatim piatu,” ujarnya.

Danang dan kawan GePPuK menyuarakan kepada pemudik untuk mendongengi anak saat dalam perjalanan mudik. Apalagi jika perjalanan jauh dan anak kerap cepat bosan lalu menangis.

Orang tua bisa mendongengi anak mengenai kebudayaan daerah yang mereka singgahi. Selain akan menggugurkan rasa bosan anak, hal tersebut dapat memebri wawasan luas dan menanamkan cintanya kepada kampung mereka. | Labibah

back to top