Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Jogjakarta-KoPi | Aksi heroik Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge Sabtu (15/8) lalu di perempatan Condongcatur bukan saja mendapat dukungan sebagian masyarakat, tetapi bahkan Sekretaris Panitia Jogja Bike Rendevous (JBR) 2015 Denizar Rahman juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Elanto.

“Kita apresiasi, kita tahu maksudnya baik,” tutur Denizar.

Namun Denizar menyayangkan Elanto belum memahami sepenuhnya maksud dari rangkaian acara JBR 2015 termasuk konvoi menuju Prambanan.

Denizar menambahkan adanya penagawalan khusus dari kepolisian justru untuk mengamankan kelancaran lalu lintas.

“Peserta konvoi moge sejumlah 1.800, kalau berhenti di lampu merah semenit, akan menimbulkan kemacetan,” jelas Denizar.

Dalam hal ini Denizar mengharapkan masyarakat memahami fungsi pengawalan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Konvoi sepanjang itu gak enak itu capek, rentan kecelakaan, mereka bisa mau, satu-satunya mau, alasan karena di sana ada upacara pengibaran sang saka merah putih untuk para bikers,” tutur Denizar.

Sementara itu, Genteng, tukang parkir di Warnet Timoho, memuji aksi Elanto yang berani menertibkan konvoi moge. “Moge ditegur itu aksi yang bagus, biar mereka gak terlalu berlebihan (merasa berkuasa di jalan raya),” tutur Genteng.

back to top