Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Menyambung nyawa di pasar kaget buruh

Menyambung nyawa di pasar kaget buruh
Surabaya – KoPi | Imam menata dagangan di dalam bak motor roda tiganya. Ia lalu sabar menunggu jam pulang pabrik dengan merokok dan bersenda gurau dengan rekan-rekannya sesama pedagang. Gerobak dan sepeda motor baik roda dua maupun roda tiga, berjejer di pinggir jalan, menanti pembeli setia. Begitu bel pabrik berbunyi, ia bersiap menyambut para pembeli.
 

Begitu pintu gerbang dibuka, puluhan buruh perempuan menyerbu dagangan Imam dan pedagang lain. Salah satunya Yati. Ibu dua anak yang bekerja di salah satu pabrik pengolahan logam di Surabaya ini membeli beberapa jenis lauk siap saji yang dijual Imam. Beberapa kawannya memilih membeli sayuran dan 

Sudah menjadi kebiasaan Yati dan kawan-kawannya untuk setiap pulang kerja selalu mampir di pasar kaget di depan pabrik tempat mereka bekerja. Sebagai seorang buruh sekaligus ibu rumah tamngga, mereka harus dituntut untuk tetap dapat memperhatikan keluarga. Meski kesibukan bekerja membuat mereka memasak sesuatu yang istimewa, para buruh perempuan ini masih berusaha menyajikan yang terbaik untuk keluarga mereka.

“Saya masuk kerja pukul 8.00, terus baru pulang rumah sore pukul 4.30. Ya pastinya tidak sempat masak. Belum lagi kalau harus lembur. Makanya saya terbantu dengan adanya pedagang sayur dan makanan di sini,” ujar Yati.

Selain membeli lauk untuk makan malam keluarganya, Yati juga menyempatkan berbelanja beberapa jenis sayuran dan bahan makanan. Sayuran tersebut akan dimasak dan dihidangkan untuk sarapan dan makan siang esok harinya.

Imam mengaku telah cukup lama berjualan di kawasan industri tersebut, sekitar 10 tahun. Dagangannya terdiri dari beberapa jenis lauk siap saji serta sayuran. “Lumayan mas kalau di sini. Banyak pekerja pabrik yang butuh makanan buat makan malam, jadi mereka tidak repot masak,” ungkapnya.

Fenomena pasar kaget di depan pabrik ini menjadi pemandangan yang umum di kawasan kompleks industri. Di sela-sela kepadatan lalu lintas, suara tawar menawar dan senda gurau antara pedagang dan pembeli selalu menghiasi sore di kawasan industri di Surabaya. Di satu sisi para buruh perempuan terbantu dengan adanya pedagang-pedagang keliling ini, di sisi lain para pedagang mampu meraup keuntungan dan menggerakkan roda ekonomi.

 

back to top