Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

MEA Segera Datang, Perda Tak Kunjung Siap

MEA Segera Datang, Perda Tak Kunjung Siap

Surabaya-KoPi| Menjelang MEA, Raperda Inisiatif DPRD Kota Surabaya Mengenai Tenaga Kerja tak kunjung siap untuk dibahas. Raperda tersebut masih dalam tahap penggodokan di Badan Pembuat Peraturan Daerah (BPPD).

“Masih digodog di badan pembuat peraturan daerah (BPPD) jadi masih belum, kita masih menggodok pasal per pasal, isinya gitu, dan nanti kajian-kajian dari akademisi juga kita masukkan, jadi masukkan-masukkan dari perwakilan karyawan, serikat pekerja, perusahaan, itu nanti kita libatkan dalam penyusunan perda kita. jadi masih belum, ibaratnya itu kita wadahnya saja, isinya belum,” terang Agustin Poliana selaku Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Raperda yang sempat dikatakan akan dibahas pada Senin lalu (9/2), ternyata masih belum selesai dibahas di Prolegda. Agustin juga mengatakan bahwa untuk menyelesaikan Raperda tersebut hingga menjadi Perda, butuh waktu yang cukup lama, sekitar enam bulan hingga satu tahun.

“Ini marathon masih belum kesana, kalau disana udah selesai, di BPPD selesai, dibawa ke Bamus, Bamus siap, nah langsung diparipurnakan, diserahkan Pemkot untuk dijadikan Raperda, Raperda inisiatif, ke dewan lagi di bahas di komisi, diserahkan Bamus untuk disetujui jadi Raperda, terus masuk ke komisi baru selesai. Kurang lebih enam bulan sampai satu tahun. Kita masih menggali masukan-masukan terkait dengan Perda-perda ini,” terang Agustin.

Meskipun masih harus melalui beberapa tahapan lagi untuk benar-benar siap, Agustin Optimis Raperda tersebut akan menjadi Perda yang dapat melindungi hak-hak tenaga kerja dalam MEA nantinya. “Insha Allah harus siap.”

back to top