Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab
Surabaya - KoPi | Menurut survey yang dilakukan IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), 93,8% masyarakat di Surabaya mengetahui  bahaya dari rokok. Meskipun begitu, masih banyak perokok yang tidak memerhatikan lingkungan sekitar.

Dr. Kartono Mohammad, ketua TSCM-IAKMI pusat mengungkapkan anak yang bukan perokok dapat mendapatkan efek negatif terhadap asap rokok di lingkungannya. Asap rokok yang mengandung 4000 zat kimia dapat menghambat pertumbuhan anak.

Tidak hanya itu, anak yang terkena paparan asap rokok mengalami learning disability (ketidakmampuan dalam belajar), memiliki IQ 7 point lebih rendah dan akan memunculkan perilaku Hostile (gampang bermusuhan).

Dalam Diseminasi hasil penelitian IAKMI di Surabaya (19/05),  Kusuma S. Lestari, dr., MKM menyatakan bahwa kandungan  particulate matter asap rokok berkadar 2,5 mikron (PM2,5) di Surabaya jauh diatas  dari standart yang WHO tetapkan yaitu dibawah 25 ug/m3.

“Di tempat hiburan yang merupakan tempat kegiatan anak bermain, kadar kandungan PM 2,5 sekitaar 41,9 ug/m3. Jauh diatas standar yang WHO tetapkan” Ujar Kusuma. Sehingga anak yang bukan perokok aktif mendapatkan dampak dari zat berbaha yang dikeluarkan oleh asap rokok.

Dalam acara tersebut, Kartono menyebutkan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KRT) di Surabaya harus digiatkan. “para perokok tersebut bukan kita larang atau kita musuhi, melainkan mereka harus merokok dengan cara yang beradab tanpa menyakiti pihak lain. Karena kita butuh untuk melindungi generasi yang akan datang, tapi kalau anak kalian  perbolehkan menghirup nikotin silahkan saja, kita hanya membantu melindungi.” Ujar Kartono.

Sebelumnya Kartono juga meyebutkan bahwa dampak terhadap rokok merusak bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa kekalahan Indonesia dibidang olahraga diakibtakan karena efek terhadap pencemaran udara. “salah satu dampak terhadap rokok adalah pernapasan yang pendek. Sehingga para atlet tidak dapat stabil dan membawa juara Indonesia” ujarnya. | Labibah

back to top