Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab
Surabaya - KoPi | Menurut survey yang dilakukan IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), 93,8% masyarakat di Surabaya mengetahui  bahaya dari rokok. Meskipun begitu, masih banyak perokok yang tidak memerhatikan lingkungan sekitar.

Dr. Kartono Mohammad, ketua TSCM-IAKMI pusat mengungkapkan anak yang bukan perokok dapat mendapatkan efek negatif terhadap asap rokok di lingkungannya. Asap rokok yang mengandung 4000 zat kimia dapat menghambat pertumbuhan anak.

Tidak hanya itu, anak yang terkena paparan asap rokok mengalami learning disability (ketidakmampuan dalam belajar), memiliki IQ 7 point lebih rendah dan akan memunculkan perilaku Hostile (gampang bermusuhan).

Dalam Diseminasi hasil penelitian IAKMI di Surabaya (19/05),  Kusuma S. Lestari, dr., MKM menyatakan bahwa kandungan  particulate matter asap rokok berkadar 2,5 mikron (PM2,5) di Surabaya jauh diatas  dari standart yang WHO tetapkan yaitu dibawah 25 ug/m3.

“Di tempat hiburan yang merupakan tempat kegiatan anak bermain, kadar kandungan PM 2,5 sekitaar 41,9 ug/m3. Jauh diatas standar yang WHO tetapkan” Ujar Kusuma. Sehingga anak yang bukan perokok aktif mendapatkan dampak dari zat berbaha yang dikeluarkan oleh asap rokok.

Dalam acara tersebut, Kartono menyebutkan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KRT) di Surabaya harus digiatkan. “para perokok tersebut bukan kita larang atau kita musuhi, melainkan mereka harus merokok dengan cara yang beradab tanpa menyakiti pihak lain. Karena kita butuh untuk melindungi generasi yang akan datang, tapi kalau anak kalian  perbolehkan menghirup nikotin silahkan saja, kita hanya membantu melindungi.” Ujar Kartono.

Sebelumnya Kartono juga meyebutkan bahwa dampak terhadap rokok merusak bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa kekalahan Indonesia dibidang olahraga diakibtakan karena efek terhadap pencemaran udara. “salah satu dampak terhadap rokok adalah pernapasan yang pendek. Sehingga para atlet tidak dapat stabil dan membawa juara Indonesia” ujarnya. | Labibah

back to top