Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Layanan kesehatan buruk, ibu menderita

foto: http://edition.cnn.com foto: http://edition.cnn.com

Surabaya-KoPi. Delapan puluh dua persen (82%) ibu menyatakan bahwa pelayanan kesehatan untuk para ibu dan anak sangat buruk. Demikian laporan hasil jajak pendapat Sociology Center (SoC) Departemen Sosiologi FISIP UNAIR hari ini.

Hanya 4 persen ibu yang meyakini bahwa layanan kesehatan untuk para ibu dan anak sudah baik dan 1 persen. Jajak pendapat oleh Sociology Center dilaksanakan pada 13-14 April 2014. Responden dipilih secara random aksidental dari rumah sakit-rumah sakit di Surabaya.


Terkait tingginya persepsi bahwa rumah sakit masih buruk dalam memberikan layanan kesehatan pada ibu dan anak, sosiolog dari Universitas Airlangga Dr. Tuti Budirahayu menyampaikan bahwa hal tersebut menandakan masih banyak masalah kompleks dalam pelayanan kesehatan nasional.

"Kualitas rumah sakit selain ditentukan oleh sistem, program, dan sumberdaya juga dipengaruhi oleh kebijakan sistem kesehatan nasional. Jika masih banyak para ibu kecewa dan melihat pelayanan kesehatan terhadap mereka masih buruk, maka internal rumah sakit dan sistem kesehatan nasional tampaknya bermasalah".

Dari jajak pendapat SoC UNAIR Para ibu mempersepsi bahwa kinerja rumah sakit masih belum efektif dan efisien. Hal tersebut terlihat dari 44.9 persen ibu menyatakan pelayanan kesehatan dari rumah sakit belum efektif dan efisien. Walaupun demikian ada 37.4 persen menyatakan sudah efektif dan 17.7 persen tidak tahu.

Para ibu berharap paska kelahiran rumah sakit bisa memberi pendampingan khusus kepada mereka terkait cara merawat buah hati. Oleh sebab itu 97.9 persen ibu menyatakan sangat perlu rumah sakit memberikan pendampingan khusus kepada para ibu paska kelahiran.*

 

Reporter: Aditya Lesmana

 

back to top