Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kyai Sepuh Maimun Zubair isyaratkan NU kembali pada keturunan pendiri NU

Kyai Sepuh Maimun Zubair isyaratkan NU kembali pada keturunan pendiri NU

Jombang-KoPi| KH. Maimun Zubair, Tokoh sepuh Nahdatul Ulama mengisyaratkan agar NU kembali dipimpin oleh keturunan langsung pendiri NU. Seperti dilansir dari media online NU Garis Lurus, hal tersebut pernah disampaikan langsung oleh KH. Maimun Zubair kepada Gus Solah.

 “Kembalikan NU ke Timur, agar NU tak hilang,” kata Mbah Maimun.

Apa maksud isyarat kiai kharismatik ini? Ternyata yang dimaksud Mbah Maimun agar NU dikembalikan ke Pesantren Tebuireng. Artinya, Mbah Maimun mendukung Gus Solah sebagai ketua umum PBNU.

Ada beberapa alasan Mbah Maimun mendukung Gus Solah, antara lain, PBNU kini kurang bisa meneruskan ide Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Selain itu, kata Mbah Maimun, PBNU kini sulit diarahkan karena ada orang-orang seperti Ulil Abshar Abdalla yang mengilhami Jaringan Islam Liberal dan Islam Nusantara.

Hal demikian ini yang secara tidak langsun memecah NU secara internal. menurut Kyai sepuh tersebut, Inilah tantangannya untuk tetap menjadikan NU sejalan dengan gagasan pendirinya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Kemantapan NU berjalan di manhaj akan semakin kokoh bila dipimpin oleh sosok yang tepat seperti KH Salahudin Wahid sebagai generasi garis langsung dari pendiri NU.

Dr. (H.C.) Ir. H. Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Solah lahir di Jombang, 11 September 1942 atau saat ini mencapai usia 72 tahun. Salahudin adalah seorang aktivis, ulama, politisi dan tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Selama karir politiknya Gus Solah pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di awal reformasi 1998.

Gus Solah juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM dan merupakan calon wakil presiden mendampingi Wiranto pada pemilihan presiden 2009.

Sepak terjang Gus Solah sudah tidak diragukanlagi lagi. Pemikirannya masih menjadi terobosan dan pertimbangan para ulama NU. Bahkan seperti dikutip oleh Republika Online alasan dirinya maju sebagai kandidat Ketum PBNU karena didesak oleh para kyai dan ulama NU.| Winda Efanur FS | Labibah

 

back to top