Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kyai Sepuh Maimun Zubair isyaratkan NU kembali pada keturunan pendiri NU

Kyai Sepuh Maimun Zubair isyaratkan NU kembali pada keturunan pendiri NU

Jombang-KoPi| KH. Maimun Zubair, Tokoh sepuh Nahdatul Ulama mengisyaratkan agar NU kembali dipimpin oleh keturunan langsung pendiri NU. Seperti dilansir dari media online NU Garis Lurus, hal tersebut pernah disampaikan langsung oleh KH. Maimun Zubair kepada Gus Solah.

 “Kembalikan NU ke Timur, agar NU tak hilang,” kata Mbah Maimun.

Apa maksud isyarat kiai kharismatik ini? Ternyata yang dimaksud Mbah Maimun agar NU dikembalikan ke Pesantren Tebuireng. Artinya, Mbah Maimun mendukung Gus Solah sebagai ketua umum PBNU.

Ada beberapa alasan Mbah Maimun mendukung Gus Solah, antara lain, PBNU kini kurang bisa meneruskan ide Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Selain itu, kata Mbah Maimun, PBNU kini sulit diarahkan karena ada orang-orang seperti Ulil Abshar Abdalla yang mengilhami Jaringan Islam Liberal dan Islam Nusantara.

Hal demikian ini yang secara tidak langsun memecah NU secara internal. menurut Kyai sepuh tersebut, Inilah tantangannya untuk tetap menjadikan NU sejalan dengan gagasan pendirinya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Kemantapan NU berjalan di manhaj akan semakin kokoh bila dipimpin oleh sosok yang tepat seperti KH Salahudin Wahid sebagai generasi garis langsung dari pendiri NU.

Dr. (H.C.) Ir. H. Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Solah lahir di Jombang, 11 September 1942 atau saat ini mencapai usia 72 tahun. Salahudin adalah seorang aktivis, ulama, politisi dan tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Selama karir politiknya Gus Solah pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di awal reformasi 1998.

Gus Solah juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM dan merupakan calon wakil presiden mendampingi Wiranto pada pemilihan presiden 2009.

Sepak terjang Gus Solah sudah tidak diragukanlagi lagi. Pemikirannya masih menjadi terobosan dan pertimbangan para ulama NU. Bahkan seperti dikutip oleh Republika Online alasan dirinya maju sebagai kandidat Ketum PBNU karena didesak oleh para kyai dan ulama NU.| Winda Efanur FS | Labibah

 

back to top