Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kontrol kenaikan harga tak cukup dengan operasi pasar

Kontrol kenaikan harga tak cukup dengan operasi pasar
Surabaya - KoPi | Operasi pasar masih menjadi senjata andalan pemerintah dalam mengendalikan kenaikan harga komoditas dan inflasi. Itu terbukti dari rencana Pemerintah Kota Surabaya menggelar operasi pasar untuk menyambut Ramadhan.
 

Kali ini, Pemkot Surabaya berencana mengadakan operasi pasar di 20 lokasi, lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Pelaksanaan operasi pasar akan dilakukan saat bulan puasa yakni 23 Juni dan berakhir pada H-5 Lebaran. Rencananya 20 titik bazar murah itu tersebar rata di Surabaya Barat, utara, selatan dan timur, terutama di wilayah yang tingkat ekonomi warganya menengah ke bawah agar lebih tepat sasaran,” jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya Widodo Suryantoro.

Kenaikan harga komoditas di Jawa Timur telah menyumbang inflasi daerah sebesar 0,41 persen, Beberapa bahan pokok yang terus naik antara lain daging ayam, telur, serta tepung. Di Surabaya sendiri harga komoditas pokok yang naik dan menjadi perhatian pemerintah adalah gula pasir curah dan telur ayam.

Ketua Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan seharusnya Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan operasi pasar saja sebagai cara untuk mengatasi kenaikan harga. Operasi pasar tersebut dinilai hanya bersifat sementara. Seharusnya Pemkot menyiapkan strategi jangka panjang.

"Seharusnya Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), seperti Pemprov. Selama ini Pemkot Surabaya hanya menggunakan informasi dari kumpulan berita-berita di Disperindag. Kalau ada tim semacam itu, tentu akan lebih baik karena dapat mengendalikan inflasi dan kenaikan harga secara komprehensif," saran Jamhadi.

Meski demikian, Jamhadi tetap mendukung upaya Pemkot untuk melakukan operasi pasar. Menurutnya, operasi pasar tetap dapat mengontrol kemungkinan kenaikan harga. Hanya saja, operasi pasar harus dilakukan secara rutin.

Selain itu, Pemkot juga disarankan untuk menjaga distribusi komoditas dengan bekerjasama dengan Organda. Pemberian subsidi ongkos angkut komoditas diharapkan dapat menekan kenaikan harga, terutama menjelang puasa dan Lebaran.

back to top