Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kontrol kenaikan harga tak cukup dengan operasi pasar

Kontrol kenaikan harga tak cukup dengan operasi pasar
Surabaya - KoPi | Operasi pasar masih menjadi senjata andalan pemerintah dalam mengendalikan kenaikan harga komoditas dan inflasi. Itu terbukti dari rencana Pemerintah Kota Surabaya menggelar operasi pasar untuk menyambut Ramadhan.
 

Kali ini, Pemkot Surabaya berencana mengadakan operasi pasar di 20 lokasi, lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Pelaksanaan operasi pasar akan dilakukan saat bulan puasa yakni 23 Juni dan berakhir pada H-5 Lebaran. Rencananya 20 titik bazar murah itu tersebar rata di Surabaya Barat, utara, selatan dan timur, terutama di wilayah yang tingkat ekonomi warganya menengah ke bawah agar lebih tepat sasaran,” jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya Widodo Suryantoro.

Kenaikan harga komoditas di Jawa Timur telah menyumbang inflasi daerah sebesar 0,41 persen, Beberapa bahan pokok yang terus naik antara lain daging ayam, telur, serta tepung. Di Surabaya sendiri harga komoditas pokok yang naik dan menjadi perhatian pemerintah adalah gula pasir curah dan telur ayam.

Ketua Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan seharusnya Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan operasi pasar saja sebagai cara untuk mengatasi kenaikan harga. Operasi pasar tersebut dinilai hanya bersifat sementara. Seharusnya Pemkot menyiapkan strategi jangka panjang.

"Seharusnya Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), seperti Pemprov. Selama ini Pemkot Surabaya hanya menggunakan informasi dari kumpulan berita-berita di Disperindag. Kalau ada tim semacam itu, tentu akan lebih baik karena dapat mengendalikan inflasi dan kenaikan harga secara komprehensif," saran Jamhadi.

Meski demikian, Jamhadi tetap mendukung upaya Pemkot untuk melakukan operasi pasar. Menurutnya, operasi pasar tetap dapat mengontrol kemungkinan kenaikan harga. Hanya saja, operasi pasar harus dilakukan secara rutin.

Selain itu, Pemkot juga disarankan untuk menjaga distribusi komoditas dengan bekerjasama dengan Organda. Pemberian subsidi ongkos angkut komoditas diharapkan dapat menekan kenaikan harga, terutama menjelang puasa dan Lebaran.

back to top