Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Lampung-KoPi | Konflik antar suku Jawa dan Lampung pecah di Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, lampung Tengah, Kamis (27/11). Akibatnya rumah-rumah terbakar dan penduduk warga Dusun 2 harus menyelamatkan diri dengan mengungsi ke kampung Kuripan, kecamatan Padang Ratu, lampung Tengah.

Motif penyerangan itu diduga atas persitiwa adanya isu dua warga dusun 1 Kampung Tanjung Harapan (Suku Lampung) atas nama Angga Wira Yuda bin Basri (alm) dan Kurnia Jaya bin Hasanudin yang tidak pulang sejak hari Ahad Malam (23/11/14) hingga saat ini setelah meminjam HP salah seorang warga bernama Edi (Suku Jawa).

Sebelumnya, hari Kamis (27/11) pukul 15.00 WIB sejumlah warga (Suku Lampung) Dsn 1 Tanhung Harapan mencari warganya yang dinyatakan hilang ke Dsn 2. Namum warga Dsn 2 merasa tidak tahu persoalan. Namun, salah seorang pencari, Supriyadi melihat bercak darah di sekitar gardu. Melihat itu, warga Dsn 1 menjadi beringas dan melakukan pengrusakan dan pembakaran sejumlah rumah warga Dsn 2. Tercatat 8 rumah terbakar dan 15 rumah dirusak. Hingga pukul 17.00 WIB tercatat 20 rumah dibakar habis.

Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolres Lampung Tengah tiba dan mencoba menenangkan warga yang marah. Hingga berita ini diturunkan rumah yang terbakar sudah mencapai 56.| AN|Kontributor lampung

back to top