Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Lampung-KoPi | Konflik antar suku Jawa dan Lampung pecah di Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, lampung Tengah, Kamis (27/11). Akibatnya rumah-rumah terbakar dan penduduk warga Dusun 2 harus menyelamatkan diri dengan mengungsi ke kampung Kuripan, kecamatan Padang Ratu, lampung Tengah.

Motif penyerangan itu diduga atas persitiwa adanya isu dua warga dusun 1 Kampung Tanjung Harapan (Suku Lampung) atas nama Angga Wira Yuda bin Basri (alm) dan Kurnia Jaya bin Hasanudin yang tidak pulang sejak hari Ahad Malam (23/11/14) hingga saat ini setelah meminjam HP salah seorang warga bernama Edi (Suku Jawa).

Sebelumnya, hari Kamis (27/11) pukul 15.00 WIB sejumlah warga (Suku Lampung) Dsn 1 Tanhung Harapan mencari warganya yang dinyatakan hilang ke Dsn 2. Namum warga Dsn 2 merasa tidak tahu persoalan. Namun, salah seorang pencari, Supriyadi melihat bercak darah di sekitar gardu. Melihat itu, warga Dsn 1 menjadi beringas dan melakukan pengrusakan dan pembakaran sejumlah rumah warga Dsn 2. Tercatat 8 rumah terbakar dan 15 rumah dirusak. Hingga pukul 17.00 WIB tercatat 20 rumah dibakar habis.

Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolres Lampung Tengah tiba dan mencoba menenangkan warga yang marah. Hingga berita ini diturunkan rumah yang terbakar sudah mencapai 56.| AN|Kontributor lampung

back to top