Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Konflik agraria kembali korbankan rakyat kecil

Konflik agraria kembali korbankan rakyat kecil
Surabaya – KoPi | Baru saja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursidan Baldan mengatakan akan merombak UU Pertanahan untuk menghindari konflik agraria, sebuah insiden terkait lahan kembali mencuat. Di Surabaya, warga Kelurahan Sepat bentrok dengan polisi setelah polisi mengeksekusi lahan Waduk Wisata Sepat, Lakarsantri, Surabaya.
 

Warga ngotot bertahan tak ingin menyerahkan lahan waduk ke pihak pengembang, PT Ciputra Surya. Proses negosiasi gagal karena warga dan polisi tak sepakat, dan berujung pada bentrokan antara warga dengan petugas. Delapan warga diamankan polisi karena dianggap sebagai provokator, sedangkan dua orang harus dibawa ke Puskesmas karena terluka.

Bentrok warga ini dilatarbelakangi tukar guling Pemkot Surabaya dengan PT Ciputra Surya. PT Ciputra memiliki tanah seluas 20,4 hektar di daerah Pakal. Tanah ini kemudian ditukar guling dengan tanah Pemkot Surabaya di empat kecamatan, yaitu Kelurahan beringin (4,5 hektar), Kelurahan Lidah Kulon (6,7 hektar), Kelurahan Babat Jerawat (1,8 hektar), dan Kelurahan Jeruk (4,3 hektar).

Namun Pemkot butuh persetujuan DPRD Surabaya untuk tukar guling tersebut. Melalui SK 39/2008 tanggal 22 Oktober 2008, DPRD setuju Pemkot menukar tanah di empat kelurahan itu dengan tanah milik PT Ciputra Surya. Setelah mendapat persetujuan itu, Pemkot mengeluarkan SK 188.45/366/436.1.2/2008 pada tanggal 30 Desember 2008.

Dalam tukar guling ini PT CiputraSurya juga wajib menyerahkan uang sebesar Rp 14,9 miliar kepada Pemkot. Serah terima tanah tukar guling tersebut dilakukan pada 4 Juni 2009 dengan berita acara serah terima nomor 593/2424/436.3.2/2009 dan nomor 032/SY/SM/LAND-CPS/VI-09. Sejak saat itu, tanah tersebut resmi milik PT Ciputra Surya berdasar sertifikat Hak Guna Bangunan nomor 4057/Kel. Lidah Kulon yang diterbitkan Kantor Pertanahan Surabaya tanggal 23 Desember 2009.

back to top